Sebanyak 12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air

  • 01 Jun 2026 20:19 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, setelah para jemaah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan bahwa fase kepulangan merupakan tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses pergerakan jemaah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, mulai dari hotel pemondokan, perjalanan menuju bandara, hingga penerbangan ke Indonesia.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.

Menurut Maria, keberhasilan pelaksanaan rangkaian utama ibadah haji menjadi modal penting untuk memasuki fase berikutnya, yakni pemulangan jemaah ke Tanah Air. Ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung dengan baik meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi.

“Tentu ada beberapa catatan di lapangan. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepada jemaah ke depan semakin optimal. Berbagai masukan dari jemaah akan menjadi perhatian Kemenhaj dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang. Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” jelasnya.

Kemenhaj mencatat, pada hari ini sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan pulang ke Indonesia. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju berbagai embarkasi di Tanah Air. Total jemaah yang telah diberangkatkan mencapai 3.479 orang, didampingi oleh 36 petugas haji yang bertugas memastikan proses kepulangan berjalan lancar dan sesuai prosedur.

Fase pemulangan ini akan berlangsung secara bertahap sesuai jadwal penerbangan yang telah ditetapkan. Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan pulang.

Pada kesempatan tersebut, Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang dinilai telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh petugas haji Indonesia yang selama ini memberikan pelayanan, pendampingan, perlindungan, serta pengawasan kepada jemaah di berbagai sektor layanan. Menurut Maria, kerja keras petugas menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menjelang kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang telah masuk jadwal penerbangan agar mempersiapkan barang bawaan dengan baik dan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku. Jemaah diminta memastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta kebutuhan selama perjalanan tersimpan dengan aman dan mudah dijangkau.

“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau. Jemaah juga harus memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan. Selain itu, jemaah diimbau mematuhi jadwal pergerakan yang telah ditentukan oleh petugas, baik saat berada di hotel, dalam perjalanan menuju bandara, maupun selama proses keberangkatan," jelas Maria.

Maria secara khusus kembali mengingatkan seluruh jemaah agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Larangan tersebut merupakan bagian dari aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh penumpang.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa jemaah tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan membawa air zamzam ke Indonesia. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme resmi distribusi air zamzam kepada seluruh jemaah setelah tiba di Tanah Air.

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Mengingat kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas, jemaah dianjurkan memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, beristirahat yang cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel. Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah tambahan apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, jemaah perempuan, serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Kemenhaj mengajak seluruh ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, dan sesama jemaah untuk terus memberikan pendampingan dan perhatian kepada kelompok rentan tersebut.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.

Dengan dimulainya fase kepulangan ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat kembali ke daerah asal masing-masing dalam keadaan sehat, selamat, dan memperoleh predikat haji mabrur setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....