Diduga Aniaya Relawan MBG, Dua Supplier Ayam Diamankan Polisi
- 05 Agt 2026 16:44 WIB
- Bengkalis
RRI CO ID, Bengkalis - Polsek Pinggir, Polres Bengkalis, mengamankan dua pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang relawan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026 sore dan sempat terekam kamera CCTV hingga videonya beredar luas di media sosial.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan korban dengan melakukan serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.
"Setiap laporan masyarakat kami tangani secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Saat ini kedua terduga telah diamankan dan proses hukum terus berjalan," ujar Kompol Agung, Rabu 5 Agustus 2026.
Korban diketahui bernama Hafizat Hakim alias Adam, yang merupakan relawan Dapur MBG. Ia melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan dua pria berinisial U.P. dan A.S., yang diketahui merupakan pemasok (supplier) ayam ke Dapur SPPG Desa Koto Pait Beringin.
Berdasarkan laporan polisi, peristiwa bermula pukul 17.45 WIB ketika korban sedang berada di area dapur. Kedua terlapor datang menemui korban dan salah seorang di antaranya diduga memukul wajah korban menggunakan tangan, kemudian diikuti aksi pemukulan oleh terlapor lainnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami rasa sakit pada bagian wajah dan selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pinggir untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Pinggir telah menerima laporan polisi, menerbitkan surat permintaan visum, memeriksa pelapor, meminta keterangan para saksi dan terlapor, melakukan gelar perkara, serta melaksanakan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Kapolsek Pinggir juga mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang benar dan tidak menggunakan tindakan kekerasan.
"Kami mengimbau masyarakat agar setiap permasalahan diselesaikan dengan cara yang baik dan sesuai mekanisme hukum, bukan dengan tindakan yang melanggar hukum," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Beringin Talang Muandau, Ivan Wiliam Seragih, menjelaskan insiden tersebut diduga dipicu persoalan pengembalian ayam yang sebelumnya dikirim untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ivan, saat dilakukan pemeriksaan, satu plastik ayam ditemukan sudah berubah warna sehingga diduga tidak layak untuk dikonsumsi. Demi menjaga kualitas makanan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat program MBG, pihak SPPG memutuskan mengembalikan ayam tersebut kepada pemasok.
"Ayam yang dipesan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan MBG di Kecamatan Talang Muandau, satu plastik sudah membiru sehingga diduga tidak layak dikonsumsi. Karena itu dikembalikan. Mungkin mereka tidak terima," ujar Ivan.
Ia menegaskan, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa harus berujung pada tindakan kekerasan.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Jika memang ada persoalan, seharusnya bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan pemukulan," tambahnya.
Ivan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran polres Bengkalis khususnya Polsek pinggir yang telah berhasil mengamankan pelaku, dan dengan gerak cepat dia pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan.
"Terima kasih Kapolres dan Kapolsek pinggir semoga dengan tertangkapnya dua pelaku ini bisa membuat kenyamanan bagi pekerja lainnya," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....