Belasan THM di Baubau jadi Lokus Screening IMS, HIV/AIDS dan TBC

  • 11 Apr 2026 20:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Dalam upaya deteksi dini penyakit menular, Dinas Kesehatan Kota Baubau melaksanakan kegiatan screening Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS, serta Tuberkulosis (TBC) pada kelompok berisiko di 17 tempat hiburan malam (THM). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu malam, 10–11 April 2026.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan, Dinas Kesehatan menggandeng pihak kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan keamanan di lingkungan tempat hiburan malam.

Selain pemeriksaan IMS dan HIV/AIDS, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan screening penyakit Tuberkulosis (TBC) yang saat ini menjadi perhatian khusus dalam upaya penjaringan dan penemuan kasus agar dapat segera ditangani.

Sebelum pemeriksaan dilakukan, petugas kesehatan terlebih dahulu memberikan edukasi dan konseling terkait ketiga penyakit tersebut. Hal ini bertujuan meningkatkan kesadaran kelompok berisiko terhadap bahaya penyakit menular sekaligus mendorong upaya pencegahan penularan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina, mengungkapkan bahwa sasaran screening tidak hanya karyawan tempat hiburan malam, tetapi juga para pengunjung.

“Pada malam pertama pelaksanaan, kami telah melakukan screening terhadap sekitar 75 orang. Jumlah ini diperkirakan meningkat pada akhir pekan atau Sabtu malam,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.

Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan secara berkala ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dalam mendeteksi secara dini serta mencegah dan mengendalikan penyebaran HIV/AIDS, IMS, dan TBC, khususnya pada populasi berisiko.

Yuslina menjelaskan peserta yang terindikasi positif tidak akan diumumkan di lokasi. Mereka akan dihubungi secara langsung oleh petugas kesehatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Untuk yang terdeteksi positif, akan ditindaklanjuti secara tertutup oleh konselor di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, HIV/AIDS memerlukan perhatian khusus karena hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan maupun vaksin untuk mencegah infeksi HIV. Selain itu, pengidap HIV dapat menjadi pembawa virus seumur hidup dan berpotensi menularkan penyakit jika tetap melakukan perilaku berisiko.

Ia juga menambahkan pengobatan HIV harus dijalani seumur hidup dengan biaya yang tidak sedikit, serta dapat berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas kerja yang pada akhirnya memengaruhi perekonomian.

“Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin besar peluang penderita mendapatkan penanganan medis, termasuk terapi antiretroviral (ARV) untuk mengendalikan perkembangan penyakit,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung target global Three Zero 2030, yakni zero kasus baru, zero kematian akibat AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.

Screening tersebut merupakan agenda rutin triwulanan Dinas Kesehatan Kota Baubau. Namun, pelaksanaan triwulan pertama baru dapat direalisasikan pada April 2026 karena sebelumnya bertepatan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Untuk itu, Yuslina mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS, dimulai dari peningkatan pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan.

“Stop stigma dan diskriminasi, mulai dari pengetahuan. Salam sehat,” tutup Yuslina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....