Soft Skill Jadi Bekal Awal Mahasiswa Baru FKM Unidayan Menapaki Dunia Kampus

  • 19 Sep 2026 20:06 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Memasuki dunia kampus, mahasiswa baru tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkuliahan dan memahami materi akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengelola diri, berpikir kritis hingga menemukan solusi ketika menghadapi persoalan.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau dalam mempersiapkan mahasiswa barunya. Sebanyak 120 mahasiswa mengikuti Pelatihan Soft Skill Angkatan ke-X, Sabtu, 19 September 2026, di Gedung FKM Unidayan Lantai 2.

Mengusung tema 'Critical Thinker, Problem Solver: Analyzing Health Threats in Modern Era', kegiatan dimaksudkan untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus membangun kemampuan yang akan mereka butuhkan selama menempuh pendidikan.

Ketua Panitia, Eky Endriana Amiruddin, S.Pd., M.Kes, mengatakan keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau hard skill. Kecerdasan emosional dan sosial, komunikasi, moral, etika, motivasi diri serta kemampuan berpikir kritis juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga moral, etika, komunikasi, kesehatan mental, motivasi diri, critical thinking dan problem solving. Ini menjadi bekal penting dalam menjalani proses pendidikan,” ujar Eky.

Dekan FKM Unidayan, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes, mengatakan pelatihan softskill menjadi salah satu langkah awal untuk membantu mahasiswa lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan kampus.

Menurutnya, setelah mahasiswa mendapatkan pengenalan mengenai fakultas melalui rangkaian PKKMB, mereka perlu dibekali kemampuan personal yang dapat menunjang aktivitas selama menjalani perkuliahan.

“Soft skill ini adalah salah satu kegiatan yang akan membantu kalian lebih mudah beradaptasi di kampus. Kita akan belajar bagaimana kemampuan komunikasi, kemampuan bekerja sama, menumbuhkan motivasi dan berpikir kritis,” kata Rininta.

Rininta menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis agar mahasiswa mampu memahami persoalan, mencari jalan keluar dan mengambil keputusan ketika menghadapi berbagai masalah selama proses perkuliahan.

Foto Bersama Jajaran Dekan dan Pemateri Pada Pelatihan Soft Skill Angkatan ke-X, Bagi Mahasiswa Baru Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unidayan di Gedung FKM Unidayan Lantai 2., Sabtu, 19 September 2026, (Foto: FKM)

“Berpikir kritis agar nanti kalian lebih mudah memahami bagaimana mencari jalan keluar dan bisa mengambil keputusan pada setiap permasalahan yang mungkin akan kalian hadapi dalam proses perkuliahan kurang lebih empat tahun,” ujarnya.

Pembekalan kemudian membawa mahasiswa pada berbagai aspek yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Dekan FKM Unidayan menjadi salah satu pemateri dengan materi Moral, Etika, Public Speaking dan Komunikasi.

Sementara itu, dr. Aslan, Sp.KJ, memberikan pemahaman mengenai mengenal dan mendeteksi dini gangguan jiwa. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kesehatan jiwa sejak berada di lingkungan perguruan tinggi.

Mahasiswa juga mendapatkan materi membangun kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang disampaikan Wakil Dekan I, Taswin, SKM., M.Kes. Kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah kemudian diasah melalui materi Critical Thinking dan Problem Solving oleh Wakil Dekan III, Wahyuddin, S.Farm., M.MKes.

Sementara materi motivasi diri mahasiswa dalam penyelesaian studi disampaikan Ketua Program Studi Kesmas, Fitriani, SKM., M.Kes. Materi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan membutuhkan kemampuan menjaga motivasi dan konsistensi hingga menyelesaikan studi.

Rininta mengatakan materi yang diberikan telah dirancang dengan melibatkan pemateri internal maupun eksternal sesuai kebutuhan mahasiswa baru.

“Saya minta adik-adik fokus mengikuti kegiatan softskill ini agar nantinya bisa bermanfaat ke depannya untuk mengarungi empat tahun di Fakultas Kesehatan Masyarakat,” kata Rininta.

Melalui kegiatan tersebut, FKM Unidayan tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga membangun kemampuan menghadapi persoalan yang lebih luas.

"Sebab, perjalanan menjadi mahasiswa kesehatan masyarakat bukan sekadar tentang memahami teori kesehatan. Ada kemampuan untuk mendengar, berkomunikasi, memahami kondisi orang lain, berpikir kritis dan menemukan solusi yang kelak menjadi bagian dari pengabdian mereka di tengah masyarakat," pungkas Rininta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....