Dari Lomba Ilmu Pangan, Alumni PENABUR Ini Tembus Dunia Akademik Jepang

  • 13 Agt 2026 05:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Clement Angkawidjaja, alumni SMAK 3 PENABUR Jakarta angkatan 1997, kini sukses berkarier sebagai dosen dan peneliti bidang bioteknologi di The University of Osaka, Jepang.
  • Ia mengawali karier sebagai dosen dan peneliti di The University of Osaka pada 2007–2015, kemudian sempat bekerja di Evec, Inc, Sapporo, mengembangkan fully human antibodies untuk obat.
  • Clement berharap SMAK 3 PENABUR terus melahirkan lulusan yang berkarya dan memberikan dampak positif di mana pun berada.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ada kalanya sebuah perlombaan di masa sekolah menjadi pintu kecil menuju perjalanan panjang yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bagi Clement Angkawidjaja, pengalaman mengikuti Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu titik penting yang mengantarkannya pada perjalanan akademik hingga Jepang.

Jauh sebelum dikenal sebagai dosen dan peneliti bidang bioteknologi di The University of Osaka, Clement adalah siswa SMAK 3 PENABUR Jakarta yang aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Saat itu, ia dipercaya mewakili sekolah sebagai bagian dari tim Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan di IPB.

Persiapan yang dijalaninya pun tidak main-main. Clement mengenang bagaimana latihan yang diberikan sekolah terasa begitu intensif. "Berkat pelatihan spartan dari Ibu Ita, kami berhasil meraih juara 2, dan dari situ saya berhasil diterima jalur undangan di IPB," ujar Clement.

Prestasi tersebut menjadi awal langkah Clement memasuki dunia pendidikan tinggi. Namun, cerita tentang masa sekolahnya bukan hanya tentang kompetisi dan prestasi akademik.

Clement juga aktif sebagai anggota OSIS, khususnya di bidang media komunikasi. Dari lingkungan sekolah itulah, ia mendapatkan berbagai pengalaman yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan hidup dan kariernya.

Salah satu prinsip yang terus ia pegang hingga kini adalah pentingnya mempersiapkan diri dan tidak mudah menyerah. "Bekal hidup dari sekolah yang selalu saya terapkan adalah selalu berusaha mempersiapkan diri sebelum terlambat, dan ketika terlambat, jangan menyerah sampai 'titik darah penghabisan'," ucapnya.

Dari IPB Menatap Jepang

Setelah menuntaskan pendidikan S1 di IPB, Clement tidak berhenti pada satu jenjang pendidikan. Keinginan untuk terus belajar dan memperdalam ilmu membawanya melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di The University of Osaka, Jepang, dengan bidang kajian bioteknologi.

Lingkungan akademik Jepang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, Clement memulai karier sebagai dosen dan peneliti di The University of Osaka pada 2007 hingga 2015.

Perjalanannya sempat membawa Clement keluar dari kampus. Selama sekitar 1,5 tahun, ia bekerja di Evec, Inc, Sapporo. Di sana, ia terlibat dalam pengembangan fully human antibodies untuk kebutuhan pengembangan obat.

Namun, dunia akademik rupanya tetap menjadi ruang yang dekat dengan dirinya. Pada 2017, Clement kembali ke dunia akademis dan hingga kini terus berkiprah di Jepang.

Tak Sekadar Mengajar dan Meneliti

Peran Clement saat ini juga berkembang lebih luas dari sekadar aktivitas mengajar dan penelitian. Ia terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi dan institutional research. Salah satu fokusnya adalah membantu pengembangan serta diversifikasi karier mahasiswa program doktoral.

Baginya, pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang memperoleh gelar akademik. Ada tantangan lebih besar, yakni bagaimana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi modal untuk menentukan arah karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Clement juga terlibat dalam pengembangan berbagai program kerja sama dengan institusi di luar Jepang. Aktivitas lainnya dilakukan melalui Global Health Initiatives, The Graduate School of Medicine and University Hospital, termasuk mendukung pelatihan dokter tamu dari sejumlah negara ASEAN.

Jejak tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Clement tidak berhenti ketika ia berhasil mencapai dunia akademik Jepang. Ia justru terus memperluas ruang pengabdiannya melalui pendidikan, penelitian, kerja sama internasional, dan pengembangan sumber daya manusia.

Membawa Nilai Sekolah ke Dunia

Perjalanan Clement juga menjadi gambaran bagaimana nilai yang ditanamkan sejak sekolah dapat terus dibawa dalam perjalanan profesional. Sebagai alumni BPK PENABUR Jakarta, Clement merupakan bagian dari profil alumni yang diharapkan mencerminkan nilai BEST, yakni Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, dan Trust in God.

Be Tough menekankan pentingnya memiliki jati diri, spiritualitas, serta karakter yang utuh dan tangguh. Sementara, Excel Worldwide mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus kepemimpinan untuk tujuan positif.

Sedangkan, Share with Society mengajarkan pentingnya menghargai kemajemukan dan memiliki kepedulian sosial. Adapun Trust in God menegaskan nilai untuk mengandalkan Tuhan dan menunjukkan sikap takut akan Tuhan dalam kehidupan keluarga, sekolah, gereja, maupun masyarakat.

Nilai-nilai tersebut menemukan bentuknya dalam perjalanan Clement. Dari ruang kelas SMAK 3 PENABUR, kompetisi ilmu pangan di IPB, bangku perguruan tinggi, hingga laboratorium dan ruang akademik di Jepang.

Kini, setelah bertahun-tahun menjalani perjalanan tersebut, Clement tidak hanya membawa nama pribadi. Ia juga membawa cerita tentang bagaimana pendidikan, ketekunan, dan keberanian untuk terus belajar dapat membuka jalan hingga ke panggung global.

Pesannya kepada almamater pun sederhana, tetapi penuh harapan. "Saya berharap SMAK 3 PENABUR selalu berjaya dan menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat berkarya serta berdampak di manapun mereka berada. SMAK 3 BANZAI," seru Clement.

Dari sebuah lomba di IPB, sebuah perjalanan panjang dimulai. Dan dari Jepang, Clement menunjukkan bahwa menjadi lulusan sekolah bukan sekadar tentang ke mana seseorang melangkah, tetapi tentang seberapa jauh ilmu dan nilai yang diperoleh mampu memberi dampak bagi dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....