Pemkot Baubau Kembali Jangkau Gepeng, Sejumlah Pengemis Penerima PKH

  • 19 Sep 2026 07:36 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau kembali turun ke jalan menangani persoalan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis atau gepeng. Penjangkauan terpadu yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu menyasar sejumlah titik strategis di Kota Baubau, Jumat 18 September 2026.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut menyasar Perempatan SMAN 2 Baubau, kawasan eks Kantor Dinsos Lama, Perempatan SDN 3 Baubau, Perempatan Toko Sukses, Pantai Kamali, Taman BRI, Taman Segi Tiga hingga persimpangan Kantor Dinas Pariwisata.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Siti Amalia Abibu mengatakan, penjangkauan ini merupakan aksi kedua yang dilakukan tim terpadu sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menangani persoalan sosial di jalanan.

“Ini adalah kali kedua tim terpadu turun ke lapangan. Penanganan ini tidak semata penertiban, melainkan tindakan preventif dan bentuk kepedulian pemerintah agar persoalan ini tidak dibiarkan begitu saja,”kata Kadis.

Menariknya, dari hasil penjangkauan ditemukan sejumlah gelandangan dan pengemis yang ternyata merupakan warga Kota Baubau dan telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan atau PKH.

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi Pemkot Baubau untuk memperkuat penanganan. Pemerintah tidak hanya akan melakukan penertiban, tetapi juga memastikan pendataan dan intervensi sosial dilakukan secara menyeluruh terhadap warga yang masih beraktivitas sebagai pengemis.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Baubau Abdul Rahman selaku inisiator kegiatan, menyoroti masih ditemukannya anak-anak yang ikut dibawa dalam aktivitas mengemis di jalanan.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan sinergi lintas sektor agar anak-anak tidak terus berada di jalanan dan terhindar dari praktik eksploitasi.

“Kenyataannya masih ada anak-anak yang diikutsertakan dalam aktivitas mengemis. Lewat koordinasi lintas dinas ini, kami ingin memastikan anak-anak terlindungi dan tidak lagi berada di jalanan,” tegas Abdul Rahman.

Penjangkauan terpadu ini melibatkan DP3AKB, Dinsosnaker, Dinas Perhubungan, Dikmudora, Satpol PP, Bagian Kesra, Kecamatan Wolio, Murhum dan Betoambari, UPTD PPA, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Pendamping PKH Kementerian Sosial RI.

Keterlibatan berbagai instansi tersebut diharapkan tidak hanya membuat penanganan gepeng lebih efektif, tetapi juga memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan intervensi sosial yang tepat.

Pemkot Baubau menargetkan langkah terpadu tersebut dapat mendukung terciptanya lingkungan kota yang lebih aman, tertib, sekaligus ramah dan memberikan perlindungan terhadap anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....