Pertemuan Yusran Fahim-Adios, Bahas Penguatan Konektivitas Antarwilayah

  • 20 Agt 2026 06:24 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton Selatan - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan bersama Pemerintah Kota Baubau membahas penguatan konektivitas anatar wilayah. Khususnya transportasi udara untuk mendukung mobilitas masyarakat dan percepatan pembangunan kawasan Kepulauan Buton.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Wali Kota Baubau, Yusran Fahim bersama Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, Sekretaris Daerah, Kepala Bandara Betoambari, Asisten Setda, Kepala BKAD dan Kepala Dinas PUPR di Rumah Jabatan Bupati Buton Selatan, Batauga, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios mengatakan, penguatan transportasi udara menjadi kepentingan bersama karena wilayah Baubau, Buton Selatan, Buton dan Buton Tengah memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu bahu-membahu menjaga keberlanjutan penerbangan, termasuk mempertahankan layanan pesawat Boeing yang selama ini melayani konektivitas wilayah tersebut.

“Semoga kita bisa subsidi untuk masyarakat, khususnya di Pulau Buton, terutama Buton Selatan. Kita harus bahu-membahu,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan, keberadaan Bandar Udara Betoambari merupakan aset bersama yang manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat di kawasan Kepulauan Buton, termasuk Buton Selatan.

Adios menyebut jarak antara pusat pemerintahan Buton Selatan dan Bandara Betoambari relatif dekat. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pertemuan Wali Kota Baubau, Yusran Fahim dengan Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios di Rumah Jabatan Bupati Buton Selatan, Batauga, Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto: Diskominfo Busel)

Selain mempertahankan penerbangan, pemerintah daerah juga membahas pengembangan fasilitas bandar udara. Salah satunya melalui penambahan panjang landasan pacu sekitar 400 meter agar dapat mendukung pelayanan pesawat dengan kapasitas yang lebih besar.

“Bagaimana menambah lebar tempat pendaratan dan menambah lapangan udara sampai dengan 400 sekian meter lagi. Supaya pesawat yang lain bisa juga masuk di Bandara Baubau,” katanya.

Selain sektor transportasi udara, pertemuan tersebut membahas pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya mempercepat konektivitas antarwilayah.

Bupati mengatakan, pembangunan jalan dengan lebar sekitar 30 meter dari kawasan Batalyon 871/Raja Lamaindo akan menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur yang selanjutnya terhubung dengan wilayah Kota Baubau.

Bupati menekankan pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas pemerintah daerah karena konektivitas yang baik akan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan mempercepat perubahan di daerah.

“Daerah kita harus cepat kita bangun infrastrukturnya. Supaya daerah kita ini bisa ada perubahan,” tegasnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah di kawasan Kepulauan Buton dinilai penting untuk memastikan pembangunan transportasi dan infrastruktur tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....