Refleksi Hari Kartini, Hamsinah Beberkan Perjuangan Panjang Perempuan
- 21 Apr 2026 15:43 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Peringatan Hari Kartini menjadi refleksi atas panjangnya sejarah perjuangan perempuan Indonesia, dari era kolonial hingga masa kini. Momentum ini ditegaskan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu usai dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031 di Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Selasa, 21 April 2026.
Hamsinah Bolu menggarisbawahi bahwa gerakan perempuan di Indonesia telah tumbuh sejak masa kolonial dengan fokus utama pada perluasan akses pendidikan. Tokoh-tokoh seperti R.A. Kartini, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, hingga Christina Martha Tiahahu disebut sebagai pelopor yang membangkitkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi perempuan.
“Sejarah mencatat, gerakan perempuan tidak lahir secara instan. Ia tumbuh melalui perjuangan panjang, mulai dari pendidikan, keterwakilan politik, hingga pembelaan terhadap hak-hak perempuan di berbagai sektor kehidupan,” ujarnya.
Hamsinah Bolu yang juga Wakil Wali Kota Baubau menyinggung peran penting Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak awal penyatuan organisasi perempuan sekaligus mendorong isu strategis seperti pendidikan, pernikahan, dan keterwakilan perempuan di parlemen, termasuk di lembaga Volksraad.
Menurutnya, dinamika gerakan perempuan sempat mengalami kemunduran pada masa penjajahan Jepang akibat represi, namun kembali berkembang pada awal kemerdekaan dengan fokus yang lebih luas, termasuk partisipasi dalam pemerintahan dan ruang sosial.

Pada masa Orde Baru, gerakan perempuan beradaptasi melalui organisasi non-pemerintah untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan perlindungan kelompok rentan, hingga turut berperan dalam proses Reformasi 1998.
Pasca reformasi, lahirnya Komnas Perempuan pada 19 Oktober 1998 menjadi tonggak penting dalam penguatan perlindungan perempuan dari kekerasan. Hingga kini, gerakan perempuan terus berkembang mencakup berbagai isu, mulai dari perlindungan lingkungan, pengarusutamaan gender, hingga penguatan kapasitas perempuan berbasis profesi.
Ketua GOW Baubau menekankan bahwa keberagaman organisasi perempuan di Kota Baubau merupakan kekuatan utama dalam membangun sinergi. Melalui wadah GOW, ia mendorong kolaborasi lintas organisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kemajuan perempuan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah. GOW menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat sinergitas tersebut,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus melanjutkan semangat perjuangan perempuan Indonesia sebagaimana diwariskan para tokoh terdahulu.
“Selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia. Habis gelap terbitlah terang—perempuan berdaya, akses setara, kepemimpinan nyata, dan layanan publik yang inklusif,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....