Sensus Ekonomi 2026 Hadirkan Data Lengkap untuk Kebijakan Strategis
- 19 Mei 2026 11:47 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sebagai program nasional untuk menghimpun data ekonomi paling lengkap dan menyeluruh di Indonesia, sekaligus menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun ini merupakan sensus ekonomi keenam sejak pertama kali digelar pada 1986. Sensus ini mencakup seluruh skala usaha, mulai dari mikro, kecil, menengah hingga besar, dengan jaminan kerahasiaan data, tanpa pungutan biaya, serta tidak berkaitan dengan pajak.
Kepala BPS Baubau, Musdin, menjelaskan pelaksanaannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang sensus dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik. Tujuan utama sensus ekonomi adalah menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi sebagai pijakan dalam perencanaan pembangunan nasional.
“Sensus ekonomi ini mencakup sekitar 20 kategori lapangan usaha, mulai dari pertanian, pertambangan, industri pengolahan hingga jasa lainnya. Data yang dikumpulkan sangat rinci, mulai dari karakteristik usaha, kondisi ekonomi hingga aspek sosial pelaku usaha,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Musdin, data sensus ekonomi memiliki peran strategis untuk memotret kondisi dan tren perekonomian terkini, mendukung pengambilan kebijakan, serta membantu pelaku usaha dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis. Manfaatnya juga dirasakan oleh pemerintah daerah dalam memahami struktur ekonomi wilayah secara detail, serta oleh masyarakat melalui pengakuan dan pendataan usaha secara resmi.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung secara nasional mulai Mei hingga Agustus 2026. Saat ini, BPS Baubau masih melakukan tahap koordinasi dan pendampingan pengisian kuesioner melalui metode Nhisi Bareng (ngibar) di berbagai sektor, seperti pendidikan, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Agama.
| Baca juga: BNN Buka TOT Telerehabilitasi Rawat Jalan |
Memasuki tahap berikutnya, BPS akan melakukan pendataan lapangan secara langsung dari rumah ke rumah mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Seluruh bangunan dan aktivitas usaha di Kota Baubau akan didata tanpa terkecuali.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, BPS Baubau melibatkan 120 mitra petugas non-internal yang telah direkrut dan akan mengikuti pelatihan pada 3 hingga 8 Juni 2026 sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Petugas kami nantinya akan melakukan wawancara langsung kepada masyarakat. Kami sangat berharap masyarakat dapat menerima dengan baik, menyiapkan data yang dibutuhkan, serta memberikan jawaban yang jujur dan terbuka,” kata Musdin.
Musdin menegaskan, keberhasilan sensus ekonomi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Data yang dihimpun dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan.
BPS juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai OPD dan pelaku usaha, termasuk sektor perdagangan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan dan perbankan, guna memastikan seluruh sektor ekonomi dapat terdata secara optimal.
“Harapan kami, masyarakat Kota Baubau dapat mendukung penuh kegiatan ini. Karena data yang dihasilkan nantinya akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pemerintah pusat, tetapi juga bagi daerah dan masyarakat itu sendiri,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....