Baubau Berhasil Tekan Pengangguran Terbuka, Kemendagri Verifikasi Lapangan
- 08 Apr 2026 13:17 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menurunkan tim untuk melakukan validasi lapangan di Kota Baubau sebagai bagian dari tahapan penilaian kinerja daerah dalam menekan angka Tingat Pengangguran Terbuka (TPT). Tahapan ini menjadi krusial setelah Baubau masuk dalam jajaran nominator nasional penerima penghargaan apresiasi kinerja.
Validasi ini merupakan lanjutan dari proses presentasi kepala daerah yang telah digelar pada 1 April 2026. Dalam tahapan tersebut, Baubau berhasil masuk dalam 70 pemerintah daerah terbaik dan bahkan keluar sebagai nominasi unggulan tingkat regional Sulawesi untuk kategori kota.
Analis SDMA Ahli Pertama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Raheldin Rosrith Fraidy Aiyal, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara paparan program dan kondisi riil di lapangan.
| Baca juga: Dhea Natasya Jadi Juara Hamamatsu Open 2026 |
“Kami melakukan pengecekan dokumen dan data pendukung. Apa yang sudah dipaparkan sebelumnya harus sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujar Raheldin yang di damping Sukma Amalia Nur Shalsabilla, Penata Keprotokolan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri di Baubau, Rabu, 8 April 2026.

Ia menambahkan, tim penilai terdiri dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, hingga Badan Pusat Statistik dan Inspektorat Jenderal Kemendagri yang diketuai Dr. Indra Aditya, M.I.Pol., Pakar Ketenagakerjaan dari UNSIKA. Secara khusus, lanjut Raheldin untuk wilayah Sulawesi terdapat tiga daerah yang masuk dalam proses penilaian, yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Kolaka, dan Kota Baubau.
“Menurut kami Dari hasil sementara, penurunan angka pengangguran di Baubau cukup signifikan dan inovasi yang dilakukan juga beragam sehingga para pekerja dapat langsung melaporkan ke Dinas, dan Dinas langsung mengeluarkan kartu pencari kerja” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Siti Amalia Abibu, menyebutkan indikator utama penilaian adalah baseline data tren penurunan tingkat pengangguran terbuka yang terus membaik dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas perangkat daerah.
“Sejak 2022, angka pengangguran kita turun dari sekitar 8 persen menjadi 6 persen. Ini juga berkorelasi dengan penurunan angka kemiskinan,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai program dijalankan secara terpadu, mulai dari pelatihan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, bantuan sektor perikanan, kerja sama dengan perusahaan untuk penempatan tenaga kerja, hingga inovasi layanan konseling karir tenaga kerja (lakorete). Pemerintah daerah juga mengalokasikan sekitar 1,7 persen APBD untuk mendukung program penyerapan tenaga kerja.
“Dari regional wilayah Sulawesi untuk nominasi kategori Kota itu ada lima daerah kita bersaing, yaitu Kota Makassar, Kendari, Bitung, Palopo dan Kota Baubau. Alhamdulillah kita keluar sebagai yang terbaik,” bebernya.
Selain itu, Pemkot Baubau tengah mendorong penguatan program pekerja migran Indonesia sebagai salah satu strategi memperluas peluang kerja. Langkah ini diperkuat dengan rencana pembentukan pos pelayanan pekerja migran di Baubau yang didukung infrastruktur daerah.
Validasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026. Hasil dari tahapan ini akan menjadi dasar penetapan daerah dengan kinerja terbaik secara nasional, sekaligus mempertegas arah kebijakan berbasis data dalam menekan pengangguran secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....