Verifikasi Arah Kiblat Digelar di 725.669 Titik di Indonesia
- 17 Jul 2026 15:39 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Kementerian Agama (Kemenag) menyebut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 berhasil menghimpun 725.669 titik lokasi yang melakukan verifikasi arah kiblat secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam, ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga arah kiblat dapat dipastikan secara ilmiah dengan metode sederhana.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag menjelaskan, ratusan ribu titik tersebut berasal dari berbagai lokasi, mulai dari masjid, musala, rumah, sekolah, perkantoran, hotel, hingga fasilitas umum lainnya. Partisipasi masyarakat dalam gerakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akurasi arah kiblat sekaligus memperluas pemahaman tentang ilmu falak dalam kehidupan beragama.
“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat 17 Juli 2026.
“Sebaran titik lokasi verifikasi arah kiblat ini terdiri atas: 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, dan 31.466 lokasi lainnya. Ini belum menghitung jika dalam satu titik itu virifikasi dilakukan di tiga atau lebih lokasi,” sambungnya.
Menurut Kemenag, verifikasi arah kiblat dilakukan dengan memanfaatkan bayangan benda yang berdiri tegak lurus pada saat fenomena Rashdul Kiblat berlangsung. Ketika Matahari tepat berada di atas Ka'bah, arah bayangan dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat ketelitian yang tinggi tanpa memerlukan peralatan khusus.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk memastikan kembali arah kiblat di masjid, musala, rumah, maupun tempat ibadah lainnya. Ia menegaskan bahwa menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat sehingga pengecekan arah kiblat perlu dilakukan secara berkala apabila diperlukan.
Kemenag sebelumnya menargetkan partisipasi hingga 1.448.000 titik dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada 15 – 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB dan 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka'bah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.
“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” tegasnya.
Kementerian Agama berharap gerakan ini tidak hanya memastikan ketepatan arah kiblat di berbagai tempat ibadah, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai pemanfaatan ilmu falak sebagai bagian dari pelayanan keagamaan. Verifikasi arah kiblat secara berkala diharapkan dapat memberikan keyakinan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah salat sesuai tuntunan syariat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....