PDAM Baubau Terapkan Sistem Pengaliran Bergilir Atasi Debit Air Terbatas
- 29 Agt 2026 19:56 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Perumda Air Minum (PDAM) Kota Baubau menerapkan sistem penyaluran air secara bergilir ke sejumlah wilayah pelanggan sebagai langkah menghadapi keterbatasan debit air baku.
Direktur Perumdam Tirta Semerbak Molagina Baubau, Joni Munadi Awal menjelaskan, sistem distribusi air saat ini dibagi ke dalam beberapa zona dengan durasi pengaliran yang berbeda. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi sumber air dan kemampuan debit pada masing-masing wilayah pelayanan.
“Layanan kita bagi dalam beberapa zona karena kondisi sumber air di setiap wilayah berbeda. Durasi pengalirannya juga menyesuaikan dengan ketersediaan debit air,” jelas Direktur Perumdam Tirta Semerbak Molagina Baubau, Joni Munadi Kamis, 27 Agustus 2026.
Salah satu wilayah yang menghadapi kondisi paling berat adalah Zona 1, yang meliputi Murhum, Betoambari, serta sebagian wilayah Batupoaro. Wilayah ini hanya mengandalkan satu sumber air, yakni Sungai We Balanga.
Kondisi tersebut membuat pelanggan di Zona 1 harus mendapatkan pengaliran dengan interval yang lebih panjang. Pengaliran air ke wilayah ini berkisar 10 hingga 14 hari sekali, bergantung pada kondisi debit sumber air.
Sementara itu, Zona 2 yang mencakup wilayah Wolio dan sebagian Batupoaro mendapatkan pengaliran sekitar setiap enam hari sekali.
Berbeda dengan dua zona tersebut, kondisi pelayanan di Zona 3 yang meliputi Lea-Lea, Bungi dan Kokalukuna relatif lebih baik. Pengaliran air di wilayah tersebut dapat dilakukan sekitar satu hingga dua hari sekali.
Selain pembagian zona, PDAM Baubau juga melakukan penyesuaian pola pengoperasian pada IKK Sorawolio dan IKK Waruruma. Sebelumnya, kedua wilayah tersebut mendapatkan pasokan air selama 24 jam nonstop.
Namun, untuk mendukung kebutuhan pelayanan di kawasan pesisir dan wilayah kota, pola pengaliran kemudian diubah menjadi dua hari mengalir dan dua hari jeda.
Joni Munadi Awal juga mengatakan, penyesuaian pola distribusi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku dengan kebutuhan pelanggan.
“Ini bagian dari strategi kita untuk menghemat debit yang ada. Kita harus mengatur pola pengaliran agar sumber air tetap bisa dimanfaatkan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
PDAM Baubau juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air dan debit yang tersedia. Evaluasi terhadap sistem pengaliran dilakukan secara berkala agar distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Dengan sistem pembagian zona dan pengaliran bergilir tersebut, PDAM berharap ketersediaan air yang terbatas dapat dikelola secara optimal, terutama selama kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.
Masyarakat juga diharapkan dapat memahami kondisi tersebut dan menggunakan air secara bijak selama periode keterbatasan pasokan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....