Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 18 – 2I Agustus 2026

  • 18 Agt 2026 17:52 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku 18-21 Agustus 2026 berdasarkan analisis Stasiun Meteorologi Maritim Kendari.
  • Pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2-15 knot sesuai prakiraan tersebut.
  • Informasi prakiraan ini penting untuk keselamatan aktivitas maritim dan pelayaran di wilayah Sulawesi Tenggara.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 18 – 2I Agustus 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Selasa, 11 Agustus 2026, Pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 15 knot.

Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot (5 Skala Beaufort) di Perairan Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :

  • Tanggal 18 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 19 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Wakatobi, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 19 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 20 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 20 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 21 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....