Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 15 – 18 September 2026

  • 15 Sep 2026 07:28 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • Tanggal 15 September 2026 Pukul 08.00 - 16 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 16 September 2026 Pukul 08.00 - 17 September 2026 Pukul 08.00 : Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 17 September 2026 Pukul 08.00 - 18 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 15 – 18 September 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Senin, 14 September 2026, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 15 knot.

Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot (5 Skala Beaufort) di Perairan Teluk Bone, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :

Tanggal 15 September 2026 Pukul 08.00 - 16 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Tanggal 16 September 2026 Pukul 08.00 - 17 September 2026 Pukul 08.00 : Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Tanggal 17 September 2026 Pukul 08.00 - 18 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....