Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 17 – 20 September 2026

  • 16 Sep 2026 16:18 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • Tanggal 17 September 2026 Pukul 08.00 - 18 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 18 September 2026 Pukul 08.00 - 19 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.
  • Tanggal 19 September 2026 Pukul 08.00 - 20 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 17 – 20 September 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Senin, 14 September 2026, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot. Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot (6 Skala Beaufort) di Perairan Baubau, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :

  • Tanggal 17 September 2026 Pukul 08.00 - 18 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 18 September 2026 Pukul 08.00 - 19 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.
  • Tanggal 19 September 2026 Pukul 08.00 - 20 September 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....