Kabut Asap di Baubau Menghilang, BMKG Terus Pantau

  • 06 Okt 2026 12:14 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Kabut asap yang sempat menyelimuti Kota Baubau dan wilayah lainnya lainnya di Kepulauan Buton dalam beberapa hari terakhir perlahan mulai tak nampak. Sejak Senin pagi 5 Oktober 2026, langit Kota Baubau terlihat cerah dan tidak lagi menunjukkan adanya kabut asap seperti sebelumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Baubau menyebut, kabut asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan yang terbawa oleh pergerakan angin.

Kepala BMKG Baubau, Adi Istiyono menjelaskan, sebelumnya pola angin bergerak dari arah tenggara hingga timur menuju wilayah Baubau. Kondisi tersebut menyebabkan asap dari karhutla di Papua Selatan terbawa hingga ke Baubau dan sekitarnya.

Namun, pola angin kini mengalami perubahan akibat adanya sistem tropis di wilayah utara Indonesia. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan angin yang sebelumnya menuju tenggara atau timur berbelok ke wilayah utara.

“Pola angin menuju Baubau berubah. Tadinya angin dari tenggara ke timur, tetapi sekarang tertarik ke daerah utara karena adanya sistem tropis di wilayah utara Indonesia. Sehingga asap yang biasanya menyebar ke arah tenggara atau timur dan memengaruhi kualitas udara di Baubau dan sekitarnya, kini sebarannya beralih menuju utara,” jelas Adi.

Menurutnya, sumber asap di wilayah Papua Selatan hingga kini masih ada. Sejumlah titik panas juga masih terpantau sehingga potensi penyebaran asap masih perlu diwaspadai.

Perubahan pola angin tersebut membuat asap dari Papua Selatan untuk sementara tidak mengarah ke Kota Baubau dan wilayah sekitarnya.

BMKG memperkirakan kondisi ini berlangsung pada 4 hingga 6 Oktober 2026. Perubahan tersebut membuat kondisi langit dan kualitas udara di Baubau untuk sementara menjadi lebih baik.

Meski kabut asap telah menghilang, Adi mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga disarankan tetap menggunakan masker sebagai langkah antisipasi, mengingat sumber asap di Papua Selatan masih ada dan titik panas masih terpantau.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut masih dapat berubah. Jika sistem tropis di wilayah utara Indonesia melemah atau menghilang, pola angin berpotensi kembali bergerak dari arah timur hingga tenggara.

“Sumber asapnya masih ada di wilayah Papua Selatan. Hujan juga belum turun. Sewaktu-waktu, jika sistem tropis sudah lenyap dan kondisi angin kembali ke timur atau tenggara, diperkirakan asap dapat kembali menyebar ke wilayah Baubau dan sekitarnya,” ujar Adi.

Adi menambahkan, kondisi kemarau yang masih berlangsung turut menjadi faktor yang membuat sumber asap belum sepenuhnya mereda.

“Musim kemarau masih berlangsung dan pengaruh El Nino juga masih kuat, sehingga asap belum bisa sepenuhnya memudar,” katanya.

BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer, termasuk perubahan pola angin dan pergerakan sebaran asap dari Papua Selatan.

Informasi terbaru terkait kondisi tersebut akan terus diperbarui untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai potensi perubahan kualitas udara di Baubau dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan apabila kabut asap kembali muncul di wilayah Baubau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....