Tim Gabungan Respons Empat Kejadian Kedaruratan di Baubau

  • 06 Sep 2026 21:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Baubau bersama tim gabungan Polres Baubau dan relawan bergerak cepat menangani sejumlah insiden dalam dua hari, 5–6 September 2026.

Penanganan tersebut meliputi kebakaran lahan di sejumlah wilayah, evakuasi truk terbalik yang menyebabkan tiga orang mengalami luka serius, hingga penyelamatan ular sanca yang masuk ke kawasan permukiman.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, mengatakan kolaborasi lintas sektor melalui Pos Bersama Karhutla menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyampaian informasi dan penanganan di lapangan.

“Kolaborasi lintas sektor di Pos Bersama Karhutla ini mempercepat arus informasi dan eksekusi di lapangan,” ujarnya, Minggu 6 September 2026.

Salah satu kejadian yang ditangani petugas yakni kebakaran lahan di Kelurahan Lipu. Api membakar rumput kering seluas sekitar 40 meter persegi di samping Daihatsu Lipu.

Kebakaran tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Sebanyak empat personel Mako Damkar bersama satu unit armada pemadam dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Petugas juga menangani kebakaran lahan di Kelurahan BWI. Warga melaporkan adanya kepulan asap tebal dari lahan seluas sekitar 25 x 30 meter yang berada di dekat SMA 7.

Lima personel dari Sektor BWI bersama satu armada pemadam langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api.

Tak hanya kebakaran lahan, petugas juga harus melakukan evakuasi kecelakaan truk terbalik di Kelurahan Lowu-Lowu.

Sebuah truk yang memuat kaca dan besi dilaporkan kehilangan keseimbangan saat bergerak mundur. Akibat insiden tersebut, tiga kru mengalami luka serius setelah tertimpa muatan. Ketiganya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Di lokasi berbeda, petugas juga menerima laporan keberadaan ular sanca di Kelurahan Sulaa. Seekor ular sanca dengan panjang lebih dari satu meter masuk ke kawasan Perumahan Amalia.

Petugas Damkar kemudian melakukan evakuasi dan mengamankan ular tersebut sehingga tidak membahayakan warga sekitar.

Ali Hasan memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material signifikan akibat rangkaian kejadian kebakaran lahan yang ditangani selama periode tersebut.

“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material signifikan dalam penanganan kebakaran. Namun, tiga korban luka serius pada insiden truk terbalik telah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran lahan, Ali Hasan kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Ia mengimbau warga tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan menggunakan api, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

Damkar dan Penyelamatan Kota Baubau juga akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat serta mendalami penyebab setiap kejadian sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap potensi kebakaran maupun kondisi darurat kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....