Panen 21 Kg Terong, Lapas Baubau Dorong Premi WBP dan Setoran PNBP

  • 06 Okt 2026 12:11 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Baubau berhasil memanen 21 kilogram terong dari budidaya yang dilakukan di area branggang dengan kondisi lahan yang terbatas, Selasa 6 Oktober 2026.

Hasil panen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi warga binaan dan negara.

Kegiatan panen dipimpin oleh Kepala Lapas Baubau, Abdul Waris dan dihadiri pejabat struktural, pegawai, serta peserta magang. Pemanfaatan area branggang sebagai lahan produktif menjadi salah satu langkah Lapas Baubau dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk mendukung kegiatan pertanian.

Kalapas Baubau, Abdul Waris mengatakan, hasil kegiatan pertanian diarahkan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi Warga Binaan maupun negara.

“Kami ingin setiap hasil pembinaan memiliki nilai manfaat. Selain menjadi premi bagi Warga Binaan dan modal untuk keberlanjutan usaha, hasil penjualan juga memberikan kontribusi melalui PNBP,”ujar Abdul Waris..

Dari hasil penjualan panen tersebut, sebagian disisihkan sebagai premi atau upah bagi Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja. Sebagian lainnya digunakan sebagai modal kerja untuk keberlanjutan kegiatan pertanian, sedangkan bagian lainnya disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kasi Giatja Lapas Baubau, Safaruddin menjelaskan, pengelolaan hasil pertanian dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan kegiatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

“Hasil panen kami kelola agar dapat memberikan manfaat bagi Warga Binaan, mendukung keberlanjutan kegiatan kerja, dan berkontribusi terhadap penerimaan negara,” jelas Safaruddin.

“Hasil panen kami kelola agar dapat memberikan manfaat bagi Warga Binaan, mendukung keberlanjutan kegiatan kerja, dan berkontribusi terhadap penerimaan negara,” jelas Safaruddin.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan poin 8, yaitu kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur. Lapas Baubau terus mengoptimalkan area terbatas seperti branggang untuk menghasilkan komoditas yang bernilai guna dan ekonomi.

Salah seorang Warga Binaan, Bahrir mengungkapkan, keterlibatannya dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman sekaligus manfaat nyata.

“Saya senang bisa ikut bertani sampai panen karena selain mendapat keterampilan, hasilnya juga bisa memberikan manfaat bagi kami,” ungkap Bahrir.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Baubau terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan Negara.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Baubau terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan Negara.

“Saya senang bisa ikut bertani sampai panen karena selain mendapat keterampilan, hasilnya juga bisa memberikan manfaat bagi kami,” ungkap Bahrir.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Baubau terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dan Negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....