Dipertan Baubau Terapkan Pertanian Modern, Bidik Peningkatan Produksi Padi

  • 24 Agt 2026 08:27 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau terus menggenjot program ketahanan pangan di bawah kepemimpinan Wali Kota Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu. Salah satu langkah terbaru yakni penerapan gerakan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas padi sawah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Baubau, Ibnu Wahid, mengatakan program tersebut bernama PM-AAS atau Pertanian Modern–Advanced Agricultural System. Teknologi ini merupakan penerapan dari Kementerian Pertanian yang diduplikasi dari sistem pertanian di wilayah Delta Arkansas, Amerika Serikat.

Wahid menjelaskan, program PM-AAS mulai dijalankan pada November 2026 setelah masa panen kedua berakhir pada awal Oktober. Dipertan Baubau bersama penyuluh pertanian lapangan telah menyiapkan sebanyak 180 hektare lahan demplot di Kecamatan Bungi dan Lea-Lea.

“Jadi ini salah satu teknologi penerapan dari Kementerian Pertanian, teknologi ini diduplikasi dari Arkansas, Amerika Serikat. Nanti akan kami running di bulan 11 dan akan meningkatkan produksi dari lima ton menjadi sepuluh ton, dua kali lipat,”kata Ibnu Wahid, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, perbedaan utama teknologi tersebut terletak pada perlakuan terhadap lahan sebelum masa tanam dimulai. Petani tidak langsung menanam setelah panen, melainkan terlebih dahulu melakukan pengukuran pH tanah agar kebutuhan pupuk dapat disesuaikan secara tepat.

Selain itu lanjut Wahid, teknologi PM-AAS menerapkan penggunaan pupuk silika sebagai salah satu unsur pendukung peningkatan produktivitas tanaman padi. Dengan perlakuan tersebut, hasil panen yang saat ini berkisar empat hingga lima ton per hektare ditargetkan meningkat hingga mencapai sepuluh ton per hektare.

“Kami akan menjaga ini 180 hektare bisa meningkatkan produksi, karena satu hektare hari ini empat sampai lima ton. Sementara dengan adanya teknologi PM-AAS ini bisa meningkat sampai dua kali lipat yakni 10 ton,"ujarnya.

Wahid optimis, program tersebut dapat berhasil karena penerapan serupa telah menunjukkan hasil positif di Kabupaten Kolaka Timur dengan peningkatan produksi padi hingga dua kali lipat. Jika demplot 180 hektare sukses, maka sekitar 1.300 hektare lahan pertanian di Baubau berpeluang mengikuti pola pertanian modern tersebut.

Wahid mengatakan, program ini didukung penuh Kementerian Pertanian melalui penyediaan benih, pupuk, sarana produksi, hingga alat dan mesin pertanian untuk kebutuhan demplot. Petani diharapkan dapat fokus mengelola lahan dengan pendampingan intensif dari Dipertan agar target peningkatan produksi pangan tahun ini dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....