Pemkot Baubau Angkat Tradisi Bahari lewat Lomba Dayung dan Perahu Hias

  • 01 Okt 2026 16:22 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Menyambut Hari Jadi Kota Baubau ke-485 dan 25 tahun sebagai daerah otonom tahun 2026, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Perikanan menggelar sejumlah agenda kemaritiman, di antaranya Lomba Dayung Koli-Koli dan Lomba Perahu Hias.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi daerah, tetapi juga diarahkan untuk melestarikan tradisi bahari, mendorong kreativitas masyarakat pesisir, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau,nYulia Widiarti mengatakan, rangkaian lomba tersebut dirancang untuk mengangkat kembali kearifan lokal yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat nelayan di Kota Baubau.

"Lomba Dayung Koli-Koli ini bukan sekadar perlombaan olahraga tradisional, melainkan upaya kita mengangkat kearifan lokal masyarakat pesisir, khususnya budaya melaut dan ketangkasan mendayung yang sudah menjadi bagian hidup sehari-hari," ujar Yulia dalam keterangan persnya, Rabu 30 September 2026.

Menurutnya, lomba dayung juga diharapkan menjadi ruang hiburan yang sehat bagi masyarakat sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.

"Selain menjadi tontonan dan hiburan bagi warga, kita ingin menumbuhkan semangat sportivitas, kekompakan, kerja sama tim, serta menumbuhkan kecintaan generasi penerus terhadap budaya dan tradisi bahari daerah," katanya.

Selain Lomba Dayung Koli-Koli, Dinas Perikanan Kota Baubau juga menyiapkan Lomba Perahu Hias. Ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat pesisir untuk menunjukkan kreativitas melalui dekorasi perahu dengan beragam tema.

Tema yang diangkat antara lain budaya lokal, kehidupan nelayan, serta potensi sektor kelautan dan perikanan yang menjadi karakteristik daerah.

"Lomba Perahu Hias kami hadirkan sebagai ruang kreasi agar masyarakat dapat menampilkan keunikan, keindahan, dan identitas budaya lokal. Melalui dekorasi perahu yang bertemakan potensi bahari dan kehidupan nelayan, kita ingin mempertegas citra Kota Baubau sebagai daerah yang kaya akan pesona budaya maritim," jelas Yulia.

Yulia menambahkan, penyelenggaraan kedua lomba tersebut memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar kegiatan seremonial. Agenda kemaritiman itu dinilai dapat menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antarelemen masyarakat, mempromosikan destinasi wisata bahari, serta menggerakkan roda ekonomi di kawasan pesisir.

"Sesuai dengan semangat yang kita usung, yaitu 'Lestarikan Budaya Bahari, Perkuat Kebersamaan, Majukan Ekonomi Pesisir', kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, komunitas nelayan, generasi muda, dan para pelaku usaha untuk ikut berpartisipasi dan memeriahkan agenda ini," pungkasnya.

Yulia berharap kegiatan kemaritiman tersebut dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Ke depan, agenda serupa diharapkan dapat menjadi bagian dari kalender tetap wisata dan budaya bahari Kota Baubau, sehingga tradisi maritim tetap hidup sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....