Capaian CKG Baubau 2026 Masih di Bawah Target
- 05 Sep 2026 17:31 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau memperkuat koordinasi dan advokasi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026.
Penguatan koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan semakin banyak masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus menjamin hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam mengatakan, program CKG merupakan salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, terutama melalui upaya promotif, preventif, serta deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko dan penyakit.
Hal itu disampaikan Darus Salam saat membuka Rapat Koordinasi dan Advokasi Lintas Sektor Pelaksanaan PKG/CKG Kota Baubau Tahun 2026, Kamis 3 September 2026.
Menurutnya, keberhasilan program CKG tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, satuan pendidikan, Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, hingga seluruh pemangku kepentingan.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi dan membangun komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan CKG di Kota Baubau,” kata Darus Salam.
Sekda menjelaskan, pelaksanaan PKG/CKG di Kota Baubau telah dimulai sejak 2025. Pada tahun tersebut, dari total 163.793 penduduk, sebanyak 79.416 orang atau 48,48 persen telah mendapatkan pelayanan CKG.
Namun, capaian pada 2026 hingga 31 Agustus masih belum mencapai target yang ditetapkan. Dari total 172.047 penduduk Kota Baubau, sebanyak 75.466 orang atau 43,86 persen telah mendapatkan pelayanan CKG.
Angka tersebut masih berada di bawah target RPJMN 2026 sebesar 46 persen dari total jumlah penduduk.
Kondisi tersebut mendorong Pemkot Baubau untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya antara sektor kesehatan, pendidikan, Kementerian Agama, kecamatan, serta pihak terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan pemeriksaan, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang menjadi salah satu kelompok sasaran penting dalam program CKG.
Darus Salam juga menegaskan bahwa pelaksanaan CKG tidak boleh berhenti pada pemeriksaan kesehatan semata. Hasil pemeriksaan harus menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, mulai dari intervensi, edukasi, pengobatan, hingga upaya pencegahan secara berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan mengambil peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat sasaran tidak hanya mengikuti pemeriksaan, tetapi juga memahami hasilnya dan memanfaatkan layanan kesehatan secara maksimal.
Melalui rapat koordinasi dan advokasi lintas sektor tersebut, Pemkot Baubau menargetkan adanya kesepakatan bersama, pembagian peran, target, serta rencana tindak lanjut yang lebih jelas untuk mengejar peningkatan cakupan CKG hingga akhir 2026.
“Masalah kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan program CKG sangat ditentukan oleh sejauh mana kita mampu menggerakkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Baubau,” tegas Darus Salam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....