Karhutla Kembali Terjadi di Sejumlah Wilayah Baubau pada Jumat 28 Agustus
- 29 Agt 2026 11:46 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Kebakaran lahan kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Selain kebakaran lahan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau juga menangani sejumlah laporan penyelamatan hewan dan bantuan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, mengatakan kebakaran lahan terjadi di Jalan Jambu Mete, Kelurahan Bataraguru, Lowu-Lowu, Topa Kelurahan Sulaa, serta Asriwijaya Kelurahan Bataraguru.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian yang signifikan dalam kejadian tersebut,” kata La Ode Ali Hasan dalam keterangan resminya.
Di Jalan Jambu Mete, kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang kemudian meluas akibat angin kencang. Petugas Posko Bataraguru mengerahkan lima personel dan satu unit kendaraan untuk menangani kebakaran dengan luas terdampak sekitar 50 meter persegi.
Kebakaran lebih luas terjadi di dekat rumah warga Kelurahan Lowu-Lowu. Api mengelilingi rumah warga dan meluas hingga lebih dari dua hektare, sehingga petugas Posko Bungi mengerahkan lima personel dan meminta bantuan satu regu dari Mako.
Sementara di Lingkungan Topa, Kelurahan Sulaa, api membakar lahan dan merembet hingga satu unit kapal nelayan bekas. Petugas mengerahkan dua regu untuk melakukan pemadaman lahan sekaligus mengevakuasi kapal hingga malam hari.
“Untuk kapal, pemadaman dilakukan menggunakan floating pump dengan memanfaatkan air laut, sedangkan lahan ditangani dengan satu unit mobil pemadam,” jelasnya.
Petugas juga menangani kebakaran lahan di kawasan Asriwijaya, Kelurahan Bataraguru. Tim yang dikerahkan melakukan pemantauan dan pembatasan penyebaran api karena kondisi medan tidak memungkinkan dilakukan penyiraman secara maksimal.
Selain kebakaran, petugas menerima laporan penyelamatan seekor anjing yang masuk ke lubang pembuangan di Lorong 88, Kelurahan Bataraguru. Tiga personel rescue dikerahkan untuk mengevakuasi hewan tersebut.
Petugas juga mengevakuasi ular sepanjang sekitar satu meter yang masuk ke sebuah warung makan di Jembel Atas, Kelurahan Wajo. Ular ditemukan bersembunyi di sela papan dekat dapur, dengan kondisi lingkungan yang lembap dan terdapat banyak tikus kecil.
Sementara di Jalan Anoa, Kelurahan Kadolomoko, petugas membantu membuka anting milik warga. Pengunci berbahan plastik diduga meleleh dan menyatu dengan emas sehingga petugas harus menggunakan alat pemotong kuku secara hati-hati untuk melepaskannya.
La Ode Ali Hasan mengapresiasi dukungan relawan dan kepolisian di sejumlah lokasi yang membantu mempercepat penyampaian informasi maupun proses penanganan kejadian.
Ali Hasan mengimbau masyarakat menahan diri dari aktivitas pembakaran, termasuk membakar sampah, karena kelalaian dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat lainnya.
“Untuk penanganan hewan liar, masyarakat juga diimbau membersihkan area yang lembap dan tidak menumpuk barang, karena kondisi tersebut dapat menjadi tempat persembunyian hewan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....