Bappenas Bidik Baubau Jadi Hub Pertumbuhan Pulau Buton
- 08 Agt 2026 17:10 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Kota Baubau semakin dilirik pemerintah pusat sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di kawasan Kepulauan Buton. Melihat posisi strategisnya sebagai pintu gerbang Pulau Buton, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI menyiapkan sejumlah program prioritas, termasuk rencana perluasan dan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Betoambari.
Komitmen tersebut disampaikan Koordinator Transportasi Jalan dan Transportasi Multimoda Bappenas RI, Ahmad Zainuddin, saat menggelar sharing session bersama Wali Kota Baubau di ruang rapat lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Kamis 6 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Zainuddin menegaskan keberhasilan program prioritas nasional sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Tugas kami di pusat adalah bagaimana mensinergikan program antara pusat dan daerah. Apa yang menjadi kebijakan prioritas Presiden harus in-line dengan daerah. Tanpa dukungan daerah, program pusat tidak bisa berjalan," ujar Ahmad Zainuddin.
Menurutnya, Baubau memiliki keunggulan strategis karena didukung pelabuhan dan bandar udara yang menjadi akses utama menuju wilayah Pulau Buton. Kondisi tersebut menjadikan Baubau sebagai daerah yang memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat konektivitas dan aktivitas ekonomi di kawasan.
Untuk memperkuat peran tersebut, pemerintah pusat telah merencanakan penguatan infrastruktur transportasi pada tahun depan. Salah satu program yang diprioritaskan adalah perluasan dan perpanjangan runway Bandara Betoambari guna meningkatkan kapasitas layanan penerbangan dan membuka peluang konektivitas yang lebih luas.
Ahmad Zainuddin mengatakan, Bappenas mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Baubau, terutama dalam percepatan pembebasan lahan bandara. Menurutnya, kesiapan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan masuknya berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat.
"Ketika daerah siap, peluang memperoleh dukungan program pusat akan semakin besar, termasuk bantuan peningkatan infrastruktur jalan di Kota Baubau," katanya.
Tidak hanya sektor transportasi, Bappenas juga menilai Baubau memiliki potensi besar untuk berkembang pada sektor perdagangan, jasa, dan perikanan. Karena itu, pemerintah daerah didorong agar tidak hanya menjadi daerah transit atau pasar bagi produk dari luar.
Sebaliknya, Baubau diharapkan mampu mengembangkan industri pengolahan berbasis potensi lokal sehingga menghasilkan nilai tambah (added value) yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pada sektor ketahanan pangan, Ahmad Zainuddin menilai pendekatan yang diterapkan di Baubau harus berbeda dengan daerah agraris. Dengan luas lahan sawah yang hanya sekitar 1.200 hektare, konsep ketahanan pangan di kota ini dinilai lebih tepat bertumpu pada potensi kelautan dan perikanan.
"Konsep ketahanan pangan di daerah perkotaan seperti Baubau tidak hanya bertumpu pada padi, melainkan pada pangan akuatik, yaitu komoditas perikanan dan kelautan yang potensinya sangat melimpah," jelasnya.
Di akhir kegiatan, Ahmad Zainuddin mengingatkan Pemerintah Kota Baubau agar lebih proaktif atau melakukan strategi "jemput bola" dalam mengakses berbagai program kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Zainuddin mencontohkan dukungan Kementerian Kesehatan di sektor pelayanan kesehatan yang harus diimbangi dengan kesiapan dokumen perencanaan serta pemetaan potensi daerah. Menurutnya, kualitas perencanaan menjadi kunci agar berbagai program strategis pemerintah pusat dapat segera direalisasikan di Kota Baubau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....