Belum Terdeteksi Hotspot, BMKG Imbau Warga Kepton Tetap Waspada

  • 03 Agt 2026 19:44 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - BMKG Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau memastikan hingga Senin siang, 3 Agustus 2026 belum terdeteksi titik panas (hotspot) di wilayah Kepulauan Buton (Kepton). Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Hadi Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, seluruh wilayah Kepulauan Buton masih bebas dari hotspot.

"Kalau update per hari ini tanggal 3 Agustus, di wilayah Kepulauan Buton belum terdeteksi titik panas atau hotspot,"kata Hadi kepada rri.co.id.

Hadi menjelaskan, di Sulawesi Tenggara saat ini hanya terpantau beberapa hotspot yang berada di wilayah perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Sementara itu, wilayah Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah dan Wakatobi belum menunjukkan adanya indikasi titik panas.

Meski demikian, BMKG meminta kewaspadaan ditingkatkan, terutama di kawasan hutan seperti Kecamatan Sorawolio di Kota Baubau, Kecamatan Kapuntori di Kabupaten Buton, serta sejumlah kawasan hutan di Buton Selatan dan Buton Tengah.

"Sekarang musim kemarau disertai fenomena El Nino. Uap air di wilayah Kepulauan Buton sudah mulai berkurang sehingga terasa lebih panas. Kalau dipicu lahan yang kering, bisa memungkinkan terjadi kebakaran,"ujarnya.

BMKG mencatat belum ada status hotspot, termasuk kategori rendah. Menurut Hadi, kondisi tersebut dipengaruhi masih adanya tutupan awan dan hujan ringan di beberapa wilayah Kepulauan Buton sehingga pembentukan hotspot belum terjadi.

"Hotspot biasanya timbul ketika tutupan awannya sudah tidak ada sama sekali. Saat itu permukaan lahan akan semakin kering,"katanya.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, potensi munculnya hotspot diperkirakan meningkat sehingga pemerintah daerah dan masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Saat ini, peringatan dini kekeringan telah diterbitkan untuk wilayah Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan.

"Puncak musim kemarau diperkirakan pada Agustus sampai September. Jadi yang perlu diwaspadai memang di bulan-bulan itu. Update titik panas akan terus kami sampaikan kepada masyarakat,"tutup Hadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....