Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp30 Miliar untuk Pertanian Baubau

  • 22 Jun 2026 10:49 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau memperoleh bantuan program pertanian dari Pemerintah Pusat pada 2026 dengan total nilai lebih dari Rp30 miliar. Bantuan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Baubau, Ibnu Wahid mengatakan, bantuan yang diterima mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp1,6 miliar.

Selain itu, Pemerintah Pusat juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta untuk pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, dan jaringan irigasi air tanah. Program tersebut dikelola langsung oleh kelompok tani melalui mekanisme swakelola.

"Jadi dananya dari Kementerian langsung ke kelompok tani. Kemarin kita sudah urus di BRI untuk penyaluran dananya,"ungkap Ibnu Wahid, Minggu 21 Juni 2026.

Program bantuan selanjutnya kata Ibnu Wahid, pembangunan dua unit jaringan irigasi air tanah senilai Rp2 miliar telah berjalan. Infrastruktur tersebut berada di Kelurahan Kampeonaho dan Kaisabu.

Wahid mengatakan, bantuan terbesar berasal dari pembangunan tujuh unit jaringan irigasi air tanah (JIAT) dengan nilai sekitar Rp28 miliar. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses lelang dan pelaksanaannya akan dikerjakan oleh badan usaha milik negara (BUMN).

Kepala Dipertan Baubau menjelaskan, JIAT itu menggunakan sumur bor berkapasitas besar untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Selain tujuh unit JIAT, program tersebut juga mencakup pembangunan enam titik jaringan irigasi tersier serta jaringan irigasi sekunder untuk mendukung distribusi air hingga ke areal persawahan.

"Lokasi pembangunan tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Bungi, Lea-Lea, Sorawolio, serta Kecamatan Betombari, tepatnya di Kelurahan Waborobo,"tuturnya.

Wahid berharap, dukungan pemerintah pusat ini mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi pertanian Baubau. Pada 2025, produksi padi sawah di Baubau tercatat mencapai 12.400 ton. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat masa panen diperkirakan memengaruhi hasil produksi tahun ini.

"Meski demikian, ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus kami yakin dapat diantisipasi dengan bertambahnya infrastruktur irigasi yang tersedia,"ujarnya.

Selain pembangunan sarana irigasi, Dipertan Baubau juga akan mengembangkan program penangkaran benih unggul bagi petani. Saat ini, rata-rata produksi padi di Baubau mencapai sekitar 5 ton per hektare dan diharapkan benih unggul tersebut dapat meningkatkan produksi mencapai sekitar 8 - 9 ton per hektare.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....