Pemkot Baubau Gelar Gerakan Tanam Bersama Padi Sawah
- 01 Jul 2026 12:10 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Bersama Padi Sawah yang dipusatkan di kawasan persawahan Ngkaring-Karing, Selasa 30 Juni 2026, sekaligus diperkuat dengan dukungan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) senilai Rp1,6 miliar dari Kementerian Pertanian RI.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, bersama jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau serta kelompok tani. Dalam keterangannya kepada awak media, Wa Ode Hamsinah Bolu mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kota Baubau.
"Ini adalah sesuatu yang sangat kita syukuri. Bantuan Alsintan senilai Rp1,6 miliar dari Kementerian Pertanian ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat terhadap Kota Baubau dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan lokal," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh bantuan tersebut tidak lepas dari kerja keras Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau yang menyiapkan proposal berbasis data akurat saat melakukan audiensi bersama pemerintah pusat.
"Kami berterima kasih kepada teman-teman di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang telah mengawal saya dan Pak Wali Kota. Saat audiensi di Kementerian Pertanian, kami didukung dengan proposal yang sesuai fakta dan data yang realistis. Hasil kajian kementerian menyatakan program Kota Baubau sangat layak menerima berbagai program strategis, mulai dari benih padi berkualitas, kemudahan distribusi pupuk, bantuan alat pertanian modern hingga program cetak sawah baru," jelasnya.
Wawali menambahkan, bantuan teknologi pertanian tersebut akan segera dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, termasuk mendukung target pembukaan 150 hektare sawah baru sebagai bagian dari upaya menyukseskan program nasional swasembada pangan.
Hamsinah juga mengungkapkan capaian membanggakan sektor pertanian Baubau. Menurutnya, kualitas gabah dan beras hasil panen petani di kawasan Ngkaring-Karing kini telah memenuhi standar Bulog, sebuah kemajuan yang menunjukkan peningkatan kualitas produksi pertanian daerah.
"Dulu Kota Baubau bergantung pada pasokan beras dari luar daerah. Kini kondisinya telah berubah. Padi hasil sawah di Ngkaring-Karing sudah memenuhi standar Bulog. Artinya, Baubau kini mampu menghasilkan beras berkualitas tinggi yang diakui dan diterima Bulog," ungkapnya optimistis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid, mengungkapkan pemerintah daerah juga tengah memperjuangkan kepastian status administrasi lahan pertanian potensial seluas lebih dari 100 hektare di kawasan Loko.
Menurutnya, meski secara administrasi wilayah tersebut masih tercatat sebagai bagian dari Kabupaten Buton, aktivitas masyarakat maupun administrasi kependudukan telah terintegrasi dengan Kota Baubau.
"Kami mengusulkan agar dalam rapat pimpinan bersama KPK ke depan, lahan potensial di Loko yang luasnya lebih dari 100 hektare itu dapat resmi masuk ke dalam wilayah administrasi Kota Baubau," kata Ibnu Wahid.
Ibnu Wahid menilai kepastian status lahan tersebut penting untuk memberikan kepastian regulasi sekaligus membuka peluang peningkatan investasi dan produktivitas sektor pertanian di Kota Baubau.
Dengan dukungan pemerintah pusat, perluasan lahan pertanian, serta peningkatan kualitas hasil panen, Pemerintah Kota Baubau optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian program swasembada pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....