Wali Kota Baubau Tinjau Sawah Terdampak El Nino, 26 Hektare Dilanda Kekeringan
- 26 Agt 2026 20:51 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Musim kemarau dan fenomena El Nino mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Kota Baubau. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Baubau, Yusran Fahim yang turun langsung meninjau areal persawahan terdampak di Kecamatan Bungi dan Kecamatan Lea-Lea, Rabu, 26 Agustus 2026.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanaman pangan, khususnya padi sawah, sekaligus memastikan langkah intervensi Pemerintah Kota Baubau bagi kelompok tani yang terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid mengatakan Wali Kota melihat kondisi tanaman padi serta sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
Menurutnya, salah satu opsi intervensi yang dapat dilakukan pemerintah adalah penyediaan mesin Alkon untuk memompa air dari sumber di sekitar Bendungan Wonco 1 dan Wonco 2 menuju areal persawahan yang membutuhkan.
“Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat, terutama para petani yang terdampak kekeringan. Kita akan melihat apa yang bisa diintervensi pemerintah agar tanaman padi mereka tetap bisa diselamatkan dan produksi pertanian tetap terjaga,” kata Ibnu mengutip pernyataan Wali Kota Baubau.
Berdasarkan hasil peninjauan, kata Ibnu, luas areal persawahan yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 26 hektare. Lahan terdampak tersebut tidak berada dalam satu hamparan, melainkan tersebar di sejumlah lokasi dan kelompok tani.
Wali Kota juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan identifikasi secara cermat terhadap kelompok tani dan petani yang benar-benar terdampak serta memenuhi kriteria penerima bantuan.
Pendataan tersebut dinilai penting agar dukungan pemerintah melalui pendanaan Pemerintah Kota Baubau dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Ibnu menambahkan, langkah intervensi ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Baubau meminimalisir dampak kekeringan terhadap produksi pertanian, khususnya tanaman padi sawah.
Ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan tanaman sekaligus mencegah semakin luasnya potensi kerugian yang dialami petani.
Selain menjaga stabilitas produksi pangan, perhatian pemerintah terhadap petani terdampak diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....