Terima Sembilan Alsintan, Baubau Siap Dongkrak Produksi Pertanian
- 19 Jun 2026 18:09 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Kabar baik bagi petani di Kota Baubau khususnya para petani penerima bantuan. Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan memperkuat program swasembada pangan nasional.
Bantuan tersebut terdiri dari lima unit traktor roda empat (TR4), dua unit crawler, dan dua unit traktor roda dua yang akan segera didistribusikan kepada tujuh kelompok tani di Kecamatan Bungi dan Kecamatan Lea-Lea.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) La Ode Arwah, mengatakan alsintan tersebut mulai tiba secara bertahap sejak pekan kedua Juni dan ditargetkan sudah berada di tangan kelompok tani sebelum musim tanam dimulai.
“Distribusi sembilan alsintan ini untuk tujuh kelompok tani. Bantuan ini merupakan hasil usulan yang kami sampaikan ke Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Menurut La Ode Arwah, penyerahan bantuan akan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, dalam waktu dekat. Ia mengungkapkan seluruh usulan alsintan dari dinas telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat.
“Untuk alsintan yang kami usulkan telah masuk semua. Namun jumlah ini belum termasuk usulan yang berasal dari aspirasi DPR,” katanya.
Sementara itu, Analis PSP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Sitti Hasinah Monianse, menjelaskan pihaknya sebelumnya mengajukan empat jenis alsintan. Namun pemerintah pusat menyetujui tiga jenis alat yang dinilai paling relevan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Traktor roda empat akan difokuskan untuk mendukung budidaya padi, crawler digunakan pada lahan sawah yang masih tergenang air, sedangkan traktor roda dua diperuntukkan untuk pengolahan lahan dan pembajakan sawah.
“Kalau kultivator belum disetujui karena lebih banyak digunakan pada sektor hortikultura. Tetapi sekitar 90 persen usulan yang kami ajukan mendapat persetujuan pemerintah,” jelasnya.
Hasinah menegaskan bantuan alsintan tidak diberikan secara sembarangan. Kelompok tani penerima wajib terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan memiliki aktivitas usaha tani yang jelas.
Hal itu dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan dan tidak terbengkalai setelah diserahkan.
“Pertimbangan utama dalam pengusulan adalah pemanfaatannya. Alsintan ini harus memberikan manfaat bagi petani dan mampu meningkatkan pelayanan kepada anggota kelompok. Jangan sampai bantuan yang diberikan akhirnya menjadi besi tua karena tidak digunakan secara optimal,” tegasnya.
Dengan tambahan alsintan tersebut, Pemerintah Kota Baubau berharap produktivitas pertanian, khususnya komoditas pangan, dapat meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....