BiHOF 2026 Angkat Potensi Bahan Lokal Bintan

  • 16 Sep 2026 04:45 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Bintan Hospitality Festival (BiHOF) 2026 akan digelar di Bintan Plaza, Lagoi Bay, Bintan, pada 1 Oktober 2026. Mengusung tema “ROOT TO GLASS – A Sustainable Journey Through Bintan’s Forgotten Ingredients”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali potensi bahan lokal Bintan melalui kreativitas pelaku industri hospitality, khususnya bartender dan pekerja Food and Beverage (F&B).

Konsep “ROOT TO GLASS” menggambarkan perjalanan bahan lokal Bintan, mulai dari sumbernya hingga diolah menjadi berbagai jenis minuman. BiHOF 2026 juga menyoroti keberadaan bahan-bahan lokal yang mulai jarang digunakan atau belum banyak dikenal, tetapi masih memiliki karakter serta potensi kuliner yang dapat dikembangkan menjadi produk minuman. Head of Marketing and Promotion Bintan Resorts, Helsa, mengatakan pemanfaatan bahan lokal menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Bintan sebagai destinasi wisata.

Rangkaian BiHOF 2026 mencakup Mixology Competition, Flair Bartending Competition, F&B Training & Exhibition, F&B Showcase, serta Hospitality Night. Berbagai program tersebut mempertemukan bartender, pekerja hospitality, pelaku usaha, vendor, dan komunitas F&B dari sejumlah daerah di Kepulauan Riau untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring industri.

Dalam konsep ROOT TO GLASS, bahan-bahan lokal dapat dikembangkan melalui beragam teknik, seperti diolah menjadi syrup, infusion, fermentasi, cocktail, hingga mocktail. Pendekatan ini juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal, mengurangi limbah makanan, menggunakan bagian bahan yang selama ini kerap terbuang, serta mendukung petani dan komunitas lokal.

Salah satu fokus utama BiHOF tahun ini adalah Bintan Forgotten Ingredients, yakni bahan-bahan lokal yang mulai jarang digunakan atau kurang dikenal masyarakat. Meski demikian, bahan tersebut dinilai masih memiliki nilai kuliner dan peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari inovasi minuman. Chairman BiHOF 2026, Manahan Purba, mengatakan kegiatan ini ingin memberikan ruang kepada para bartender untuk kembali mengeksplorasi bahan-bahan lokal melalui kreativitas mereka.

Pada Mixology Competition, peserta diwajibkan menciptakan satu cocktail dengan menggunakan sedikitnya satu bahan lokal Bintan sebagai bahan utama. Penilaian meliputi rasa dan keseimbangan, pemanfaatan forgotten ingredient, teknik, aspek keberlanjutan, kreativitas, presentasi, hingga kemampuan peserta dalam menyampaikan storytelling dari minuman yang dibuat.

Selain kompetisi mixology, BiHOF 2026 menghadirkan Flair Bartending Competition. Para peserta akan ditantang membuat dua minuman dalam waktu tujuh menit, masing-masing berupa minuman berdasarkan resep atau bahan yang telah ditentukan panitia serta cocktail kreasi yang menggunakan minimal satu bahan dari kategori Bintan Forgotten Ingredient.

Proses penjurian melibatkan praktisi berpengalaman di bidangnya. Kategori mixology akan menghadirkan Darren Defretes yang memiliki pengalaman mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Sementara kategori flair bartending dipimpin Asanova Lawalata, seorang flair bartender profesional sekaligus Ketua Jakarta Bartender Club.

Tak hanya menghadirkan kompetisi, BiHOF 2026 juga menyediakan F&B Training & Exhibition sebagai ruang edukasi dan pengembangan kemampuan bagi insan hospitality. Materi yang diberikan mencakup bartending, mixology, pengetahuan mengenai minuman, pelayanan, pengelolaan biaya, kreativitas menu, hingga pengembangan bisnis F&B.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Hospitality Night yang mempertemukan pelaku industri hospitality dari berbagai daerah di Kepulauan Riau dalam suasana yang lebih santai. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, serta mempererat hubungan antarpelaku industri hospitality.

Melalui BiHOF 2026, ROOT TO GLASS menjadi benang merah yang menghubungkan kekayaan bahan lokal Bintan, kreativitas bartender, serta pengembangan komunitas hospitality di Kepulauan Riau. Festival ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan bahan-bahan lokal yang terlupakan, tetapi juga membuka peluang baru bagi inovasi, keberlanjutan, dan penguatan identitas Bintan sebagai destinasi wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....