Pulau Penyengat Disiapkan Menjadi Pusat Wisata Sejarah dan Bahasa Nasional
- 28 Jul 2026 14:21 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mengembangkan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang memiliki peran penting dalam perjalanan bahasa Indonesia. Kawasan tersebut tidak hanya diproyeksikan menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pelestarian warisan intelektual Melayu.
Hal itu disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat memaparkan potensi daerah dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri Batam.
Menurut Ansar, Pulau Penyengat memiliki nilai historis yang besar karena pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga. Dari pulau itu pula lahir berbagai karya sastra dan tata bahasa Melayu yang menjadi pijakan perkembangan bahasa Indonesia.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau saat ini tengah membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya.
"Maka untuk mempertegas itu dan menjembatan sejarah lintas generasi menjadi magnet pariwisata sejarah juga Bapak Ibu. Kami membangun museum dan monumen bahasa." kata Ansar Ahmad.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga melakukan pelestarian naskah-naskah bersejarah agar tetap dapat diakses oleh generasi mendatang melalui proses digitalisasi.
"Kitab-kitabnya kita sudah mulai digitalisasi kerjasama dengan Lembaga Digital Pak supaya tidak punah."
Ansar berharap pengembangan Pulau Penyengat mampu memperkuat identitas Kepulauan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu sekaligus memperkenalkan sejarah lahirnya bahasa Indonesia kepada masyarakat luas.
Melalui pengembangan kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan Pulau Penyengat menjadi destinasi wisata sejarah yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....