Prancis Libas Belgia 4-1 dan Kokoh di Puncak Grup A1

  • 06 Okt 2026 17:08 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Timnas Prancis menjaga posisi teratas Grup A1 Nations League setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Belgia. Sempat tertinggal lebih dulu, Les Bleus mengakhiri pertandingan dengan skor 4-1 di Stade de France, Senin.

Dilansir dari Reuters, kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan kandang pertama bagi Zinedine Zidane sejak dipercaya menangani Prancis. Hasil ini datang tiga hari setelah Prancis hanya mampu bermain imbang 1-1 ketika menghadapi Italia.

Belgia sebenarnya mampu membuat tuan rumah berada dalam tekanan. Dodi Lukebakio memecah kebuntuan pada menit ke-35 setelah memanfaatkan umpan panjang Romeo Lavia dan lolos dari jebakan offside.

Lukebakio kemudian berhadapan langsung dengan kiper debutan Prancis, Guillaume Restes, sebelum menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa Belgia unggul.

Prancis menguasai bola lebih banyak, tetapi permainan mereka kesulitan berkembang menghadapi pertahanan Belgia yang bertahan rapat. Absennya kapten Kylian Mbappe juga membuat lini serang Prancis belum mampu menghasilkan gol pada babak pertama.

Situasi berubah setelah Zidane memasukkan Rayan Cherki dan Michael Olise pada awal babak kedua. Desire Doue kemudian ikut masuk pada menit ke-72. Pergantian tersebut membuat serangan Prancis jauh lebih efektif.

Doue menjadi pemain yang mengawali kebangkitan Prancis. Pada menit ke-77, pemain tersebut melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang berhasil melewati kiper Maarten Vandevoordt.

Empat menit kemudian, Prancis berbalik unggul. Olise mengirimkan umpan silang yang kemudian diselesaikan Cherki untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Olise kemudian mengambil alih permainan. Ia mencetak dua gol dalam waktu singkat dari jarak dekat sehingga Prancis menutup laga dengan kemenangan 4-1.

"Itulah sepak bola, itulah yang kami cintai. Memang ada kesulitan, tetapi itu merupakan bagian dari permainan dan bagian dari pertandingan yang bisa terjadi," kata Zidane kepada TF1.

Menurut Zidane, Prancis perlu melakukan pembenahan setelah penampilan mereka pada babak pertama. Ia puas melihat respons para pemain setelah jeda.

"Yang penting adalah memperbaiki keadaan, dan itulah yang kami lakukan dengan babak kedua yang luar biasa. Pada babak pertama, kami hanya kurang beberapa meter terakhir, tetapi kemudian kami mampu membalikkan keadaan. Itu bagus."

Olise juga menilai keberhasilan Prancis membalikkan keadaan merupakan hasil kerja seluruh tim. Ia mengakui Belgia membuat Prancis kesulitan sebelum permainan berubah pada babak kedua.

"Kami bermain bagus pada akhirnya. Babak pertama memang sulit menghadapi pertahanan rendah mereka. Setelah itu kami terus berusaha dan akhirnya berjalan dengan baik," ujar Olise kepada TF1.

"Ini adalah hasil kerja tim. Zidane membawa gagasan-gagasan dan kami mengikutinya. Kami akan terus bermain seperti ini."

Sebelum kebangkitan Prancis, Vandevoordt sempat tampil gemilang dalam laga debutnya. Penjaga gawang Belgia itu menggagalkan sejumlah peluang yang dilepaskan Bradley Barcola, Esteban Lepaul, Olise, dan Cherki.

Namun, tekanan Prancis akhirnya membuat pertahanan Belgia runtuh. Gol Doue membuka jalan bagi Prancis untuk membalikkan keadaan, sebelum Cherki dan Olise memastikan kemenangan.

Pada pertandingan lain di Grup A1, Italia juga meraih tiga poin setelah menundukkan Turki 3-1. Gianluca Scamacca membawa Italia unggul lebih dulu melalui tendangan voli jarak dekat yang sempat membentur mistar.

Turki mampu menyamakan kedudukan lewat Aral Simsir setelah menyelesaikan rangkaian serangan timnya. Namun, keunggulan Italia kembali tercipta hanya tiga menit kemudian melalui sundulan Riccardo Calafiori dari tendangan bebas Nicolo Barella.

Pio Esposito kemudian melengkapi kemenangan Italia setelah Issa Doumbia dan Alessandro Romano gagal memanfaatkan peluang untuk Turki.

Pelatih Italia Roberto Mancini mengakui timnya tidak tampil dalam kondisi terbaik karena banyak melakukan perubahan pemain.

"Meski kami melakukan banyak perubahan, kelelahan terasa di seluruh tim dan kami sedikit kesulitan," kata Mancini kepada RAI.

Meski demikian, Mancini puas karena Italia mampu merespons gol penyama kedudukan dengan cepat.

"Namun, kami mampu mencetak gol, kemudian mencetak gol lagi setelah mereka menyamakan kedudukan."

Hasil pertandingan tersebut membuat Prancis semakin kokoh di puncak Grup A1 dengan 10 poin. Italia menguntit di posisi kedua dengan tujuh poin, sedangkan Belgia mengoleksi enam poin. Turki masih menjadi juru kunci tanpa poin setelah selalu kalah dalam empat pertandingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....