Prancis Ditahan Italia 1-1, Rekor Sempurna Zidane Terhenti
- 03 Okt 2026 15:53 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Zinedine Zidane belum mampu membawa Timnas Prancis mempertahankan catatan kemenangan 100 persen setelah Italia memaksa Les Bleus bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Nations League.
DIlansir dari Reuters, pertandingan di Stade de France pada Jumat tersebut sekaligus menjadi laga kandang pertama Zidane sejak dipercaya menangani Prancis. Hasil imbang membuat rentetan kemenangan Prancis pada dua pertandingan sebelumnya terhenti.
Prancis sebelumnya mengawali era Zidane dengan kemenangan identik 1-0 atas Turki dan Belgia. Namun, ketika bermain di hadapan pendukung sendiri, Prancis harus puas berbagi angka setelah Italia mampu membalas gol pembuka tuan rumah.
Michael Olise membawa Prancis unggul sekitar 10 menit setelah babak kedua dimulai. Italia kemudian menemukan celah di pertahanan Prancis dan Alessandro Bastoni mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-68.
"Saya sangat kecewa untuk para pemain karena kami layak mendapatkan hasil yang lebih baik," kata Zidane kepada TF1.
"Namun, saya bangga kepada mereka. Kerja keras dan pressing yang mereka lakukan sangat luar biasa."
Pertemuan ini juga membawa kembali kenangan final Piala Dunia 2006. Italia merupakan lawan terakhir Zidane ketika masih memperkuat Prancis sebagai pemain. Dalam laga tersebut, Italia menjadi juara melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang.
Final tersebut juga dikenal karena insiden Zidane dengan Marco Materazzi. Zidane menerima kartu merah pada babak tambahan waktu setelah menanduk dada bek Italia tersebut.
Di pertandingan kali ini, Prancis tampil dominan dalam penguasaan bola sejak awal. Tim tuan rumah membuat Italia lebih banyak bertahan, tetapi justru Gli Azzurri yang menciptakan peluang pertama.
Moise Kean mendapat kesempatan dari jarak dekat di dalam kotak enam yard, tetapi tembakannya mengarah tepat kepada Mike Maignan.
Prancis terus mengembangkan serangan melalui kombinasi umpan pendek. Akan tetapi, peluang bersih sulit didapat. Umpan silang Olise yang berubah arah dan kemudian mengenai mistar menjadi salah satu ancaman terbesar Prancis sebelum turun minum.
Italia kemudian meningkatkan tekanan menjelang jeda. Tembakan Davide Frattesi yang mengarah ke gawang sempat mengenai pemain Prancis sehingga bola keluar dan menghasilkan sepak pojok.
"Kami tahu pertandingan ini akan sangat sulit," ujar pelatih Italia Roberto Mancini kepada RAI.
"Namun, kami berhasil membatasi peluang mereka, meskipun mereka lebih banyak menguasai bola."
Memasuki babak kedua, Prancis langsung meningkatkan intensitas permainan. Donnarumma beberapa kali harus bekerja keras, termasuk saat menepis tembakan jarak jauh Desire Doue dan menghentikan peluang Ousmane Dembele dari jarak dekat.
Kiper Italia itu kembali diuji oleh Olise yang melepaskan tendangan melengkung. Namun, Donnarumma mampu menggagalkannya.
Tekanan Prancis akhirnya menghasilkan gol. Dari situasi tendangan bebas, Rayan Cherki memberikan bola kepada Olise. Penyerang tersebut kemudian mengarahkan bola melewati Donnarumma dan masuk ke gawang melalui bagian bawah mistar.
Keunggulan Prancis tidak bertahan lama. Upaya membangun serangan dari lini belakang justru menjadi awal gol Italia.
Pada menit ke-68, Lucas Da Cunha gagal mengendalikan bola. Bastoni memanfaatkan kesalahan tersebut, membawa bola menuju area pertahanan Prancis dan menaklukkan Maignan dengan penyelesaian akhirnya.
Tuan rumah berusaha mencari gol kemenangan. Camavinga memaksa Donnarumma melakukan penyelamatan penting menjelang akhir laga.
Namun, Prancis harus bermain dengan 10 orang setelah Upamecano menerima kartu kuning kedua. Kondisi tersebut membuat Prancis harus bertahan dengan jumlah pemain lebih sedikit selama lima menit terakhir.
Hasil tersebut membuat Prancis tetap berada di puncak Grup A1 dengan tujuh poin. Belgia membuntuti dengan enam poin setelah menang 3-0 atas Turki. Italia berada di urutan berikutnya dengan empat poin, sementara Turki belum mengoleksi angka.
De Bruyne Bawa Belgia Menang
Di pertandingan Grup A1 lainnya, Belgia meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Turki.
De Bruyne membuka skor pada menit ke-10 setelah bekerja sama dengan Lukebakio. Pemain tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor pada awal babak kedua melalui tendangan dari luar kotak penalti.
Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti kemudian memastikan kemenangan Belgia. Gol tersebut sekaligus menjadi gol internasional ke-94 dalam kariernya.
Dzeko Tutup Karier Internasional
Edin Dzeko menjalani pertandingan terakhirnya bersama Bosnia dan Herzegovina. Pemain berusia 40 tahun itu mencatat penampilan ke-152, sekaligus menjadi laga terakhirnya bersama tim nasional.
Bosnia bermain imbang 1-1 melawan Swedia. Viktor Gyokeres membawa tim tamu unggul pada menit ke-61. Gol tersebut membuat Gyokeres mencatat rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan Nations League secara beruntun.
Dzeko kemudian ditarik keluar dua menit setelah gol tersebut. Ia mendapat penghormatan dari penonton maupun pemain kedua tim, sementara rekan-rekannya memberikan guard of honour.
Bosnia menyelamatkan satu poin lewat gol Kerim Alajbegovic pada 10 menit terakhir pertandingan.
Pada pertandingan Grup B4 lainnya, Polandia tampil dominan dengan mengalahkan Rumania 6-0. Robert Lewandowski menjadi bintang kemenangan setelah membukukan tiga gol.
Rumania kehilangan Radu Dragusin pada babak pertama akibat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Lewandowski. Penyerang Polandia itu kemudian mengeksekusi penalti dan membawa timnya unggul.
Lewandowski kembali mencetak gol setelah jeda sebelum menyempurnakan hat-trick empat menit menjelang pertandingan selesai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....