Rui Pinto Terancam Kehilangan Perlindungan Saksi di Portugal
- 03 Okt 2026 14:14 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Rui Pinto, sosok di balik pengungkapan Football Leaks, menghadapi ketidakpastian terkait perlindungan dirinya di Portugal. Tim hukumnya menyebut status perlindungan saksi yang diterimanya akan dihentikan pada 10 Oktober 2026.
Dilansir dari Reuters, kabar tersebut muncul tidak lama setelah kasus Manchester City memasuki babak baru. Komisi independen Liga Premier sebelumnya menyatakan klub asal Inggris itu bersalah atas berbagai pelanggaran aturan finansial yang berlangsung selama sembilan musim.
Pinto menjadi salah satu figur penting dalam pengungkapan dokumen Football Leaks yang kemudian mendorong perhatian terhadap praktik keuangan di dunia sepak bola, termasuk kondisi finansial Manchester City.
Pada 2020, Pinto memperoleh perlindungan saksi dari otoritas Portugal. Keputusan itu diberikan setelah ia bersedia membantu penyelidikan dan menyerahkan sejumlah berkas yang diperolehnya dalam kegiatan Football Leaks.
Dalam perkembangan terbaru, tim hukum Pinto memperingatkan konsekuensi yang dapat muncul apabila fasilitas perlindungan tersebut dihentikan. Mereka menyebut Pinto berisiko kehilangan tempat tinggal rahasia yang selama ini disediakan sekaligus menghadapi ketidakpastian mengenai pengamanan dari kepolisian.
"Dalam beberapa hari, tanpa didengar terlebih dahulu sebagaimana diwajibkan oleh hukum, ia akan kehilangan tempat tinggal yang dilindungi dan bersifat rahasia yang diberikan kepadanya. Ia akan dipaksa segera mencari tempat tinggal baru, tanpa jaminan bahwa perlindungan polisi akan terus diberikan," kata tim hukum Pinto dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X miliknya.
Menurut tim hukum tersebut, ancaman terhadap keselamatan Pinto masih nyata. Mereka merujuk pada insiden April lalu ketika Pinto disebut mengalami serangan di Lisbon.
Situasi ini juga berkaitan dengan proses hukum yang masih berjalan akibat pengungkapan Football Leaks. Tim hukumnya menilai penghentian perlindungan pada saat sejumlah perkara belum sepenuhnya selesai dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan Pinto.
Football Leaks sendiri mulai dikenal sejak 2015 setelah membocorkan jutaan dokumen internal yang berkaitan dengan industri sepak bola. Materi yang dipublikasikan mencakup kontrak pemain, kesepakatan transfer, serta berbagai dokumen yang melibatkan klub dan agen.
Informasi yang diperoleh Reuters dari dokumen Football Leaks juga memperlihatkan dugaan penggunaan skema di luar negeri oleh sejumlah figur kaya di sepak bola untuk mengatur aliran pendapatan dan kewajiban pajak.
Perjalanan hukum Pinto bermula ketika ia ditangkap di Hungaria pada 2019. Ia kemudian diekstradisi ke Portugal dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum sebelum akhirnya memperoleh perlindungan sebagai saksi.
Sementara itu, Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan pelanggaran aturan finansial Liga Premier untuk periode 2009/2010 hingga 2017/2018. Klub juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat tuduhan yang berkaitan dengan kegagalannya bekerja sama dalam proses penyelidikan.
Liga Premier menyatakan City menggunakan kontrak komersial "palsu" yang berdampak pada pencatatan pendapatan dan biaya. Nilai yang dipersoalkan disebut mencapai lebih dari 900 juta poundsterling atau sekitar 1,19 miliar dolar AS selama hampir satu dekade.
Manchester City membantah melakukan pelanggaran tersebut dan telah mengajukan banding terhadap putusan komisi independen.
Tim hukum Pinto menilai perkembangan perkara Manchester City menjadi salah satu alasan mengapa perlindungan terhadap klien mereka masih relevan. Mereka memperingatkan bahwa Pinto dapat berada dalam kondisi yang lebih rentan apabila fasilitas perlindungan dihentikan secara mendadak.
"Jika secara tiba-tiba kehilangan tempat tinggal yang dilindungi dan berada dalam kondisi yang sangat tidak pasti, Rui Pinto akan menjadi lebih rentan dibandingkan kapan pun sejak 2020," demikian pernyataan tim hukumnya.
Kementerian Kehakiman Portugal hingga Jumat belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai penghentian program perlindungan saksi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....