Irlandia Ditahan Austria 2-2, Laga Sempat Terhenti Aksi Protes

  • 02 Okt 2026 18:04 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Irlandia gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menjamu Austria dalam pertandingan Nations League. Sempat unggul 2-0, tuan rumah akhirnya harus puas bermain imbang 2-2 setelah Austria mencetak dua gol pada babak kedua.

Pertandingan di Stadion Aviva tersebut sempat terhenti pada menit ke-20. Sejumlah bola tenis dilemparkan ke dalam lapangan dari area belakang gawang sebagai bentuk protes terhadap keputusan tim nasional Irlandia tetap menjalani pertandingan menghadapi Israel.

Bola-bola yang dilemparkan tersebut diketahui memiliki gambar bendera Palestina. Wasit kemudian menghentikan permainan sementara dan meminta para pemain menjalani jeda pendinginan. Pertandingan kembali berlangsung sekitar dua menit kemudian.

Gangguan kembali terjadi pada babak pertama ketika seorang pria yang mengenakan bendera Palestina mencoba memasuki lapangan. Petugas keamanan kemudian membawa pria tersebut keluar dari area permainan.

Aksi protes terhadap keterlibatan Irlandia dalam pertandingan melawan Israel telah berlangsung sejak kedua negara dipertemukan dalam undian Nations League pada Februari. Kelompok yang melakukan aksi tersebut menyerukan agar Irlandia tidak menjalani pertandingan melawan Israel.

Kiper Irlandia, Gavin Bazunu, sebelumnya tidak masuk dalam skuad menjelang pertandingan melawan Israel yang dimenangkan Irlandia 3-0 di Hungaria pada Minggu. Keputusan untuk tetap memainkan pertandingan tersebut diambil setelah para pemain melakukan dua kali pemungutan suara, dengan mayoritas memilih untuk tetap bertanding.

Kelompok Stop the Game kemudian menyatakan aksi di Stadion Aviva telah dihentikan.

“Protes kini telah berakhir,” demikian pernyataan kelompok tersebut.

Kelompok itu menyebut aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Bazunu dan masyarakat Palestina.

“Ini merupakan aksi simbolis yang sengaja dibatasi, tetapi diperlukan dan dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada Gavin Bazunu dan rakyat Palestina yang menghadapi genosida.”

Irlandia membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Troy Parrott. Penyerang tersebut melewati beberapa pemain bertahan Austria sebelum melepaskan tendangan rendah yang bersarang di sudut jauh gawang.

Parrott kembali mencatatkan namanya di papan skor menjelang turun minum. Ia berhasil menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti sekaligus membawa Irlandia memasuki jeda dengan keunggulan 2-0.

Austria kemudian melakukan perubahan pada babak kedua. Dua pemain pengganti, Alexander Prass dan Michael Gregoritsch, menjadi penentu kebangkitan tim tamu dengan mencetak gol yang membuat kedudukan kembali sama kuat 2-2.

Setelah kedudukan imbang, pertandingan dapat diselesaikan tanpa gangguan lanjutan dari aksi protes.

Bazunu berada di bangku cadangan saat Irlandia menghadapi Austria. Namun, ia dipastikan tidak akan memperkuat Irlandia dalam pertandingan kandang melawan Israel yang dijadwalkan berlangsung pekan berikutnya.

FAI atau Asosiasi Sepak Bola Irlandia telah memindahkan pertandingan tersebut ke Serbia. Laga akan berlangsung tanpa penonton di Backa Topola.

Persoalan keterlibatan Israel dalam kompetisi sepak bola Eropa juga sebelumnya dibahas di internal FAI. Pada November, anggota organisasi tersebut memberikan mandat kepada dewan untuk meminta UEFA menangguhkan Israel dari kompetisi Eropa. Namun, dalam pertemuan pada Juli, usulan untuk tetap menjalankan pertandingan akhirnya mendapat persetujuan.

Aksi serupa juga pernah terjadi ketika Irlandia menghadapi Qatar dalam laga persahabatan di Stadion Aviva pada Mei. Pertandingan tersebut bahkan sempat dihentikan dua kali pada babak pertama akibat aksi protes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....