Daftar Nomor Punggung yang Dipensiunkan saat Legenda Sepakbola Masih Hidup
- 25 Sep 2026 05:15 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam: Nomor punggung dalam sepak bola bisa menjadi bagian penting dari identitas seorang pemain. Namun, di sejumlah klub besar Eropa, sebuah nomor bahkan dianggap terlalu istimewa untuk kembali dikenakan pemain lain.
Tradisi memensiunkan nomor punggung biasanya diberikan kepada pemain yang memiliki jasa luar biasa bagi klub. Menariknya, Ada nomor yang dipensiunkan setelah sang pemain meninggal dunia, tetapi ada pula yang ditarik ketika sang legenda masih hidup dan telah lebih dulu mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola.
Berikut nomor punggung yang dipensiunkan saat pemain masih hidup:
1. AC Milan – Nomor 6 Franco Baresi
Franco Baresi merupakan salah satu contoh paling jelas. Baresi mengakhiri kariernya bersama AC Milan pada 1997. Pada tahun yang sama, AC Milan menarik nomor 6 yang selama bertahun-tahun identik dengan sang kapten. Klub secara resmi menyebut nomor 6 ditarik untuk menghormati kontribusi Baresi.
Baresi saat itu masih hidup dan kemudian tetap memiliki hubungan erat dengan Milan. Ia bahkan menjadi Wakil Presiden Kehormatan klub.
2. AC Milan – Nomor 3 Paolo Maldini
Paolo Maldini menjadi legenda Milan berikutnya yang mendapatkan penghormatan melalui nomor punggung. Maldini memainkan pertandingan terakhirnya pada 31 Mei 2009 dan mengakhiri karier bermain setelah 25 musim bersama Rossoneri. Setelah kariernya berakhir, nomor 3 yang sangat identik dengannya tidak lagi digunakan.
AC Milan juga memberikan pengecualian khusus: nomor tersebut dapat kembali digunakan apabila salah satu putra Maldini berhasil menembus tim utama Milan.
Dengan demikian, nomor 3 Maldini masuk dalam kategori ini dengan catatan bahwa klub memberikan pengecualian khusus untuk keluarga Maldini.
3. Inter Milan – Nomor 4 Javier Zanetti
Javier Zanetti merupakan contoh lain dari legenda yang mendapatkan penghormatan tersebut ketika masih hidup.
Zanetti mengakhiri karier bermainnya bersama Inter pada 2014 setelah 19 musim memperkuat klub. Ia memainkan 858 pertandingan dan menjadi pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah Inter.
Nomor 4 kemudian dipensiunkan untuk menghormatinya. Inter saat ini menegaskan bahwa nomor tersebut tidak lagi diberikan kepada pemain lain.
Yang menarik, hubungan Zanetti dengan Inter tidak berakhir setelah pensiun. Ia kemudian menjadi Wakil Presiden klub dan tetap aktif mewakili Nerazzurri.
4. Ajax – Nomor 14 Johan Cruyff
Cruyff mengakhiri karier bermainnya pada 1984 setelah sempat kembali memperkuat Ajax dan kemudian bermain untuk Feyenoord. Setelah kariernya sebagai pemain berakhir, hubungannya dengan Ajax terus berlanjut, termasuk ketika ia menjadi pelatih klub.
Pada ulang tahunnya yang ke-60 pada 2007, Ajax memutuskan untuk secara permanen memensiunkan nomor 14 sebagai penghormatan kepada Cruyff.
Keputusan itu diambil ketika Cruyff masih hidup. Ia baru meninggal pada 2016, hampir sembilan tahun setelah Ajax memensiunkan nomor tersebut. Ajax kemudian menegaskan bahwa nomor 14 tidak lagi diberikan kepada pemain tim utama.
5. Napoli – Nomor 10 Diego Maradona
Maradona mengakhiri karier profesionalnya pada 1997 bersama Boca Juniors. Setelah itu, Napoli memensiunkan nomor 10 yang pernah menjadi simbol kejayaan klub bersama Maradona.
Nomor 10 Napoli dipensiunkan pada 2000, sekitar tiga tahun setelah Maradona berhenti bermain dan 20 tahun sebelum kematiannya pada 2020. Jadi, dalam konteks kriteria yang kita gunakan, nomor 10 Napoli termasuk nomor yang dipensiunkan ketika pemainnya sudah pensiun tetapi masih hidup.
Maradona sendiri membawa Napoli meraih dua gelar Serie A dan Piala UEFA, sehingga nomor 10 menjadi bagian yang sangat kuat dari identitas klub tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....