Amorim Tak Ingin Ulangi Kesalahan Saat Melatih Manchester United
- 21 Sep 2026 16:43 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ruben Amorim mulai menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel sejak menangani AC Milan. Pelatih asal Portugal itu mengaku pengalaman kurang berhasilnya bersama Manchester United menjadi pelajaran penting, termasuk dalam menentukan sistem permainan yang sesuai dengan karakter pemain.
Dilansir dari Reuters, perubahan tersebut terlihat saat Milan meraih kemenangan 3-0 atas Lecce dalam lanjutan Serie A, Minggu. Amorim memberikan ruang yang lebih besar kepada para pemainnya untuk bergerak sehingga permainan tim menjadi lebih lepas.
Hasil tersebut juga mengakhiri rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan yang sebelumnya dialami Milan. Bagi Amorim, kemenangan itu menjadi kesempatan untuk menerapkan sejumlah pembelajaran dari periode sulitnya di Inggris.
Saat masih menangani Manchester United, Amorim dikenal konsisten menggunakan sistem tiga bek. Dari 47 pertandingan Premier League yang dijalaninya bersama klub, formasi tersebut digunakan dalam 45 pertandingan.
Namun, pendekatan itu tidak menghasilkan banyak kemenangan. Manchester United hanya meraih 15 kemenangan dalam 47 pertandingan Premier League di bawah Amorim.
Periode tersebut juga berakhir dengan catatan buruk bagi klub. United menutup musim 2024/2025 di peringkat ke-15, yang menjadi posisi akhir terendah dalam sejarah mereka.
Pilihan taktik Amorim yang cenderung kaku kemudian mendapat kritik dari pendukung maupun sejumlah mantan pemain Manchester United. Ia memang sempat mengubah sistem menjadi empat bek menjelang akhir masa jabatannya, tetapi perubahan tersebut datang ketika situasi sudah sulit diperbaiki.
Manchester United akhirnya mengakhiri kerja sama dengan Amorim pada Januari. Pengalaman itu kini menjadi bahan evaluasi bagi sang pelatih ketika membangun permainan Milan.
“Kami mengalami kesulitan dalam beberapa pertandingan terakhir karena struktur permainan kami benar-benar terlalu kaku dalam penempatan posisi. Namun, para pemain mendapat sedikit lebih banyak kebebasan dan mereka bermain lebih baik dengan kebebasan tersebut,” kata Amorim kepada DAZN.
Amorim mengaku melihat kemiripan antara situasi yang dialaminya dalam beberapa pertandingan terakhir bersama Milan dengan pengalamannya di Manchester United. Karena itu, ia berusaha memastikan kesalahan yang sama tidak kembali terjadi.
“Apa yang saya rasakan dalam beberapa pertandingan terakhir sama seperti yang saya rasakan ketika berada di Manchester United, dan saya tidak boleh melakukan kesalahan yang sama.”
Salah satu pelajaran yang ingin diterapkan Amorim adalah pentingnya menyesuaikan sistem dengan kualitas pemain yang tersedia. Menurutnya, sebuah skema tidak selalu bisa diterapkan apabila karakteristik pemain tidak mendukungnya.
“Terkadang kami tidak memiliki karakteristik pemain yang sempurna untuk bermain dengan cara tersebut. Jika memang tidak memilikinya, kami harus beradaptasi.”
Dalam pertandingan melawan Lecce, perubahan pendekatan tersebut memberikan hasil yang diharapkan. Milan mampu mencetak tiga gol tanpa kebobolan dan mengamankan kemenangan di San Siro.
Meski demikian, Amorim tidak menganggap satu sistem harus selalu digunakan. Ia membuka kemungkinan Milan kembali menggunakan pola tiga pemain saat membangun serangan jika situasi pertandingan dan karakter skuad mendukung.
“Saya pikir hari ini cara tersebut berhasil. Pada pertandingan lain, kami bisa kembali membangun serangan dengan tiga pemain. Hal yang penting adalah memiliki berbagai cara untuk bermain.”
Milan selanjutnya akan menghadapi Sassuolo pada 11 Oktober. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Amorim untuk melanjutkan proses penyesuaian taktik di klub barunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....