Mourinho Kritik Wasit Usai Real Madrid Kalah dari Atletico Madrid
- 21 Sep 2026 14:04 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kekalahan Real Madrid dari Atletico Madrid dalam derby ibu kota Spanyol berbuntut panjang. Jose Mourinho melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Miguel Angel Ortiz Arias setelah timnya kalah 1-2 di Metropolitano, sementara Diego Simeone meminta seluruh pihak menahan diri dalam menyampaikan komentar.
Dilansir dari Reuters, Mourinho bahkan membawa sejumlah gambar sebagai bahan untuk menjelaskan keputusan-keputusan yang menurutnya merugikan Real Madrid. Ia menyoroti dua insiden pada babak pertama yang melibatkan Cristian Romero dan Lee Kang-in.
Menurut Mourinho, Romero seharusnya mendapat kartu merah setelah menginjak Jude Bellingham. Real Madrid juga mempertanyakan keputusan wasit terkait tekel Lee Kang-in terhadap Federico Valverde.
Namun, pada akhirnya Real Madrid justru harus bermain dengan 10 pemain. Dean Huijsen diusir wasit lima menit setelah babak kedua dimulai karena menjatuhkan Giuliano Simeone di dalam kotak penalti saat menjadi pemain terakhir dalam pertahanan.
Situasi tersebut membuat Atletico memperoleh penalti yang kemudian dieksekusi Alejandro Grimaldo. Tendangan mendatar Grimaldo membawa Atletico unggul sebelum Jonathan David menggandakan keunggulan enam menit berselang.
Real Madrid hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Antonio Ruediger dari situasi tendangan bebas pada menit-menit akhir pertandingan.
Mourinho menilai permainan Real Madrid pada babak pertama sebenarnya menunjukkan kualitas dan karakter yang kuat. Karena itu, ia mengaku hanya bisa memberikan dukungan kepada para pemainnya setelah pertandingan.
“Kita bisa saja melewatkan konferensi pers karena cerita pertandingan ini sudah ada di sini,” kata Mourinho sambil menunjukkan gambar dua insiden yang menjadi sorotannya.
Ia kemudian menegaskan pandangannya bahwa dua insiden pada babak pertama semestinya berujung kartu merah.
“Itu adalah dua kartu merah yang jelas. Kami mengalami kesulitan setelah kartu merah tersebut. 11 melawan 10. Nah, kita bisa membayangkan seperti apa 50 menit dengan 11 melawan 9 jika keadilan benar-benar ditegakkan.”
Kritik Mourinho tidak berhenti pada keputusan selama pertandingan. Ia juga mempertanyakan penunjukan Ortiz Arias sebagai pengadil pertandingan karena menurutnya sang wasit belum memiliki pengalaman internasional.
“Mereka menugaskan wasit berusia 41 tahun yang tidak memiliki pengalaman internasional – tentu bukan karena dia adalah wasit yang hebat,” ujar Mourinho.
Mourinho menilai tekanan pertandingan derby membuat wasit tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal. Ia bahkan membandingkan tekanan yang dirasakan wasit dengan atmosfer pertandingan pada era 1980-an.
“Kemudian orang malang itu datang ke sini dan tidak mampu mengatasi tekanan – dan tekanan di sini benar-benar sangat besar. Saya menyebutnya sebagai ‘tekanan gaya tahun 80-an’ di stadion ini, sesuatu yang hampir tidak pernah kita lihat lagi saat ini.”
Real Madrid kini tertinggal enam poin dari Barcelona di klasemen. Ketika ditanya mengenai situasi tersebut, Mourinho menyinggung perlunya persaingan yang menurutnya berlangsung di lapangan yang setara.
“Jika mereka membiarkan kami dalam keadaan tenang dan membiarkan kami bersaing di lapangan yang setara dengan semua tim lainnya, perjalanan kami masih panjang,” katanya.
Meski mengkritik sejumlah keputusan pertandingan, Mourinho tidak secara langsung menuduh adanya kesengajaan di balik keputusan tersebut.
“Saya tidak ingin mengatakan sejauh ini bahwa semua ini sudah diatur... Saya ingin percaya bahwa mereka hanya melakukan kesalahan.”
Sementara itu, Simeone memilih pendekatan berbeda ketika dimintai tanggapan mengenai pernyataan Mourinho. Pelatih Atletico tersebut mengingatkan bahwa komentar dari para pelatih maupun pihak lain perlu disampaikan dengan mempertimbangkan batas-batas sportivitas.
“Siapa pun yang berbicara – entah saya, Mourinho, Hansi Flick atau Manuel Pellegrini, siapa pun – kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan,” kata Simeone. “Ketika kita keluar dari batas-batas rasa hormat, siapa pun diri kita, itu tidak bisa dibenarkan. Kita tidak boleh melewati batas tersebut.”
Simeone kemudian mengarahkan perhatian pada performa timnya yang mampu mengamankan kemenangan dalam pertandingan dengan tensi tinggi tersebut.
“Hari ini kami menyaksikan pertandingan yang hebat; kami bertahan dengan sangat baik menghadapi tim yang bermain sangat baik,” ujarnya.
Atletico menurut Simeone mampu menjaga kendali permainan dalam dua situasi berbeda, baik ketika jumlah pemain kedua tim masih seimbang maupun setelah Real Madrid kehilangan Huijsen.
“Kami mengendalikan pertandingan ketika kedua tim masih bermain dengan 11 pemain. Kami tetap mampu mengendalikannya ketika berubah menjadi 10 melawan 11. Namun, ini bukan sekadar satu langkah lagi menuju upaya untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.”
Kemenangan tersebut membawa Atletico Madrid naik ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 16 poin. Mereka terpaut lima poin dari Barcelona yang berada di puncak, sementara Real Madrid dan Real Betis masing-masing tertinggal satu poin dari Atletico.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....