Mourinho Tegaskan Komitmen Jadi Kunci Real Madrid

  • 22 Agt 2026 09:31 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Jose Mourinho memberikan sinyal kuat mengenai standar yang akan diterapkannya setelah kembali menangani Real Madrid. Dalam konferensi pers pertamanya, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa seluruh pemain harus menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi.

Dilansir dari Reuters, Mourinho berbicara kepada media di pusat latihan Real Madrid di Valdebebas, Jumat, menjelang pertandingan pertama Los Blancos di LaLiga melawan Espanyol. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak melihat tekanan sebagai persoalan utama yang dihadapi tim.

Real Madrid memang datang ke musim baru setelah gagal meraih trofi dalam dua musim beruntun. Namun, Mourinho justru melihat para pemain memiliki motivasi besar untuk segera kembali menjalani pertandingan kompetitif.

"Kami lelah bermain dalam pertandingan persahabatan. Kami tidak mencintai sepak bola karena pertandingan persahabatan, kami semua ingin segera kembali ke pertandingan kompetitif," ujar Mourinho.

Ia menilai suasana di dalam tim lebih tepat disebut sebagai adrenalin dibandingkan tekanan. Mourinho juga mengaku percaya terhadap proses persiapan yang telah dijalani serta motivasi para pemain.

"Saya tidak akan mengatakan perasaan di sini adalah tekanan... Lebih seperti adrenalin. Itu positif, seperti dorongan. Saya tidak merasa tertekan. Karena saya sangat percaya pada pekerjaan yang telah kami lakukan dan rasa lapar serta komitmen para pemain," katanya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Mourinho adalah bagaimana mengelola skuad yang dipenuhi pemain berkualitas. Ia meminta setiap anggota tim memahami bahwa keputusan pelatih harus diterima secara profesional.

"Apa yang kami butuhkan adalah tidak menegosiasikan hal-hal yang memang tidak bisa dinegosiasikan. Komitmen adalah sebuah keharusan," tegasnya.

Menurut Mourinho, pemain yang tidak masuk starting eleven tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ia justru ingin persaingan internal menjadi alasan bagi para pemain untuk meningkatkan kerja keras.

"Saya ingin membuat keputusan sulit, ingin pemain yang tidak terjebak dalam frustrasi. Saya ingin pemain yang bekerja lebih keras untuk mendapatkan tempat di tim," ujar Mourinho.

Mourinho juga menghadapi tantangan dalam meracik komposisi tim yang melibatkan Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Junior. Ketiganya memiliki peran besar bagi tim masing-masing di level internasional.

"Saya tidak berpikir posisi-posisi ini tidak cocok satu sama lain; saya sangat yakin kami akan menjalani musim yang hebat," katanya.

Meski optimistis, Mourinho mengakui tidak mudah memberikan peran ideal kepada ketiga pemain tersebut secara bersamaan. Ia menyebut kebutuhan klub berbeda dengan cara tim nasional membangun permainan di sekitar bintangnya.

"Jelas saya tidak bisa membangun tim di sekitar masing-masing dari mereka seperti Brasil dengan Vini, Prancis dengan Mbappe, dan Inggris dengan Bellingham. Lebih sulit bagi saya untuk menemukan tempat bagi ketiganya, tetapi memang itulah situasi kami," ungkapnya.

Selain persoalan taktik, Mourinho juga memastikan konflik antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde yang terjadi musim lalu tidak akan dibawa ke musim baru.

"Dengan mereka, saya memutuskan untuk memulai dari nol," kata Mourinho.

Ia mengaku terus memperhatikan hubungan kedua pemain tersebut dan tidak menemukan persoalan yang perlu kembali dibahas. Mourinho menilai keduanya kini telah menunjukkan hubungan yang normal di dalam tim.

"Sejak Tchouameni datang, saya terus mengamati situasinya dan tidak merasa perlu mengatakan apa pun. Saya mengamati dari jauh dan yang saya lihat hanyalah keadaan yang sepenuhnya normal. Yang saya lihat adalah kedamaian, persahabatan, dan kebersamaan. Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....