Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda Hingga 2030
- 14 Agt 2026 06:23 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Xavi Hernandez resmi dipercaya memimpin Tim Nasional Belanda, mengakhiri proses pencarian pelatih baru yang berlangsung selama beberapa pekan. Penunjukan mantan gelandang Barcelona dan timnas Spanyol itu juga menjadi simbol eratnya hubungan filosofi sepak bola Belanda dengan Barcelona yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Dilansir dari Reuters, Xavi mengambil alih posisi yang ditinggalkan Ronald Koeman, yang memilih mengakhiri masa jabatannya setelah Belanda gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia usai tersingkir pada fase 32 besar pada Juni lalu.
Setelah tidak melatih sejak berpisah dengan Barcelona pada 2024, Xavi kini kembali ke dunia kepelatihan. Ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang membuatnya akan menangani De Oranje hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.
| Baca juga: Barcelona Tunggu Tawaran PSG untuk Ferran |

Kehadiran Xavi juga mencatat sejarah tersendiri. Ia menjadi pelatih asing pertama yang dipercaya memimpin Belanda dalam hampir lima dekade terakhir, sejak Ernst Happel dari Austria menangani tim tersebut pada Piala Dunia 1978.
Federasi Sepak Bola Belanda sebelumnya membutuhkan waktu sekitar enam pekan untuk menentukan sosok pelatih anyar. Sejumlah nama sempat masuk dalam daftar kandidat, namun beberapa di antaranya, termasuk Arne Slot dan Erik ten Hag, memilih tidak menerima tawaran tersebut sebelum akhirnya federasi menunjuk Xavi.
Penunjukan ini bukan kali pertama Xavi menggantikan Ronald Koeman. Pada November 2021, ia juga mengambil alih kursi pelatih Barcelona setelah Koeman diberhentikan. Selama menangani klub Catalan tersebut, Xavi sukses mempersembahkan gelar LaLiga musim 2022-2023, sebelum meninggalkan tim pada tahun berikutnya.
Bagi Xavi, sepak bola Belanda bukanlah sesuatu yang asing. Gaya bermain Barcelona yang selama ini melekat pada dirinya merupakan hasil pengaruh filosofi Total Football, konsep yang dikembangkan oleh Rinus Michels dan Johan Cruyff sebelum akhirnya menjadi identitas permainan klub asal Catalonia tersebut.
Warisan pemikiran Cruyff terus diteruskan kepada generasi berikutnya, termasuk Pep Guardiola, yang menjadikan Xavi sebagai motor permainan Barcelona saat meraih berbagai gelar pada periode 2008 hingga 2012.
"Saya tumbuh di akademi Barcelona yang banyak dipengaruhi pemikiran Johan Cruyff, Rinus Michels, dan tokoh-tokoh lainnya. Karena itu saya merasa memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sepak bola Belanda," ujar Xavi.
"Bahkan saya merasa seperti bagian dari keluarga besar sepak bola Belanda. Kesempatan menjadi pelatih tim nasional mereka adalah sebuah kehormatan yang sangat besar."
Selama berkarier sebagai pemain, Xavi juga pernah merasakan arahan dari pelatih asal Belanda seperti Frank Rijkaard dan Louis van Gaal, sosok yang memberinya debut bersama tim utama Barcelona pada 1998. Ia pun berbagi ruang ganti dengan banyak pemain Belanda, di antaranya Patrick Kluivert, Marc Overmars, serta kakak beradik Frank dan Ronald de Boer.
Fokus utama Xavi kini adalah membangun fondasi tim menuju Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. Sebelum itu, ia akan langsung menghadapi jadwal padat di UEFA Nations League, dengan Belanda dijadwalkan bertemu Jerman, Serbia sebanyak dua kali, serta Yunani dalam rentang September hingga Oktober.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....