Pesan Sir Alex Ferguson untuk Pep Guardiola di Akhir Era Manchester City

  • 25 Mei 2026 11:03 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Era kepelatihan Pep Guardiola di Manchester City resmi memasuki babak akhir. Setelah hampir satu dekade memimpin klub biru Manchester itu, Guardiola mengumumkan akan meninggalkan kursi pelatih pada akhir musim 2025/2026. Keputusan tersebut langsung memicu gelombang penghormatan dari dunia sepak bola, termasuk dari rival abadinya, Sir Alex Ferguson.

Menurut berbagai laporan media Inggris, Ferguson secara pribadi mengirim pesan suara kepada Guardiola setelah kabar perpisahan itu diumumkan. Guardiola mengaku sangat tersentuh oleh pesan tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu pujian terbesar dalam kariernya.

Dalam konferensi pers jelang laga kandang terakhirnya bersama City, Guardiola mengatakan bahwa pesan dari Ferguson memiliki arti yang sangat mendalam baginya. Hubungan keduanya memang selalu menarik perhatian publik sepak bola, mengingat Ferguson adalah simbol kejayaan Manchester United, sementara Guardiola membangun dinasti baru bersama Manchester City.

Media melaporkan bahwa Ferguson memberikan ucapan selamat atas perjalanan luar biasa Guardiola selama hampir 10 tahun di Etihad Stadium. Sang legenda asal Skotlandia juga disebut mengapresiasi standar tinggi yang berhasil dibangun Guardiola di Manchester City.

Momen itu dianggap istimewa karena rivalitas antara kedua kubu Manchester selama ini begitu panas. Namun di balik rivalitas tersebut, terdapat rasa hormat besar antara dua pelatih yang sama-sama dianggap mengubah sejarah sepak bola Inggris. Guardiola bahkan pernah mengalahkan Ferguson dalam dua final Liga Champions saat masih melatih FC Barcelona.

Kepergian Guardiola menandai berakhirnya salah satu era paling dominan dalam sejarah Liga Inggris. Sejak datang ke Manchester City pada 2016, pelatih asal Spanyol itu sukses mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, berbagai trofi domestik, hingga gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Ia juga mengubah gaya bermain dan standar kompetitif sepak bola Inggris lewat pendekatan taktik modernnya.

Pada laga perpisahan di Etihad Stadium, suasana emosional terlihat jelas. Ribuan suporter memberikan penghormatan terakhir kepada Guardiola, sementara klub menyiapkan berbagai tribute, termasuk penamaan tribun stadion dan rencana pembangunan patung untuknya. Guardiola sendiri mengatakan bahwa yang paling berharga selama berada di City bukan hanya trofi, tetapi hubungan emosional dengan pemain, staf, dan kota Manchester.

Pep Guardiola juga mengungkapkan bahwa setelah meninggalkan Manchester City, ia akan mengambil jeda dari dunia kepelatihan. Ia merasa membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah hampir dua dekade bekerja tanpa henti di level tertinggi sepak bola Eropa.

Pesan dari Sir Alex Ferguson pun menjadi simbol penghormatan lintas generasi dan rivalitas. Di tengah persaingan sengit antara merah dan biru Manchester, Ferguson menunjukkan bahwa pencapaian Guardiola telah melampaui sekadar rivalitas klub menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....