Warga Rempang : Kami Siap Mendukung Pemerintah, Tapi jangan di relokasi
- 23 Agt 2023 06:27 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Warga Rempang Kecamatan Galang mengakui siap
mendukung pemerintah untuk pembangunan Rempang eco City yang pembangunannya
akan dihandle oleh PT Makmur elok Graha (MEG). Namun warga rempang meminta agar
mereka tidak direlokasi.
Ketua RT Belongkeng, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Deni Santoso mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah tidak perlu merelokasi para warga mengingat lokasi pulau rempang yang akan dijadikan Kawasan investasi dengan nilai trilliunan rupiah itu sangatlah besar. Deni mengakui masyarakat meminta agar bisa berdampingan dengan pembangunan tersebut tanpa harus pindah dan keluar dari rumah mereka.
“ini kan tata ruangnya di rempang ini sangat – sangat luas pak, kenapa engga di tata aja ? contoh yang dikampung belongkeng kita ditata aja masyarakatnya tidak harus direlokasi juga, kenapa tidak berdampingan saja dengan pembangunan, pulaunya kan luas, pasti tidak semua jadi industri” Ucap Deni.
Ditempat dan waktu yang berbeda, salah satu warga Kampung Monggak Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Ustad egoi mengakui bahwa warga siap mendukung pemerintah untuk melakukan pembangunan tetapi menolak untuk direlokasi, selain dikarenakan sudah menjadi warisan untuk 5 generasi, rencana relokasi dikatakan tidak akan cocok dengan mata pencaharian para warga yang 99 persen merupakan nelayan.
“kami tidak mau dipindah. Kami menolak untuk dipindah. Pembangunan oleh pemerintah kami siap mendukung, apapun yang dilakukan pemerintah untuk membangun kami dukung asalkan kami jangan dipindah. Kami sayang dengan kampung tua ini jangan sampai hilang, kampung ini peninggalan nenek moyang kami, kampung ini bagi kami adalah tanah adat, kalau dipindah itu artinya kami sudah tidak punya adat kami” Ucap Egoi.
Sebelumnya Kawasan Rempang telah ditetapkan sebagai The New Engine of Economic Growth Indonesia. Adapun Nilai investasi pengembangan Kawasan ini mencapai 381 triliun rupiah dan diprediksi akan menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja. (ARK/SR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....