Workshop DKV One ITEBA Hubungkan Pembelajaran Ilustrasi dan Branding

  • 03 Okt 2026 07:08 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Batam (ITEBA) menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui Workshop DKV One, yang digelar bersamaan dengan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Prodi DKV. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami dunia desain komunikasi visual secara lebih utuh, mulai dari landasan teori, metode perancangan hingga penerapannya dalam praktik profesional.

Workshop menghadirkan Dr. Triyadi Guntur Wiratmo, S.Sn., M.Sn., dosen DKV Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Bima Nurin Aulan, S.Ds., M.Ds., Creative Director sekaligus CEO Wanara Studio sebagai narasumber utama. Kegiatan juga melibatkan dosen DKV ITEBA, yakni Tommy Andrea Gunawan, S.Ds., M.A., Diana Fitri, S.Ds., M.Sn., dan Zhilla Zhalila Qurrata A’yun, S.Ds., M.Ds., bersama sejumlah mahasiswa pengurus HIMADE.

Sebanyak 36 mahasiswa semester 1 dan 2 yang mengikuti mata kuliah Ilustrasi dan Branding turut ambil bagian dalam workshop. Kehadiran akademisi, praktisi, mitra industri dan alumni memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang diperoleh di ruang kuliah diterapkan dalam proses kerja profesional. Sejumlah karya mahasiswa yang berkaitan dengan ilustrasi dan branding juga ditampilkan sebagai gambaran capaian pembelajaran sekaligus menjadi referensi bagi mahasiswa semester awal.

Pada materi branding, mahasiswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa membangun sebuah merek tidak hanya berkaitan dengan pembuatan identitas visual. Branding juga merupakan proses komunikasi untuk membangun makna, karakter dan pengalaman yang dapat diterima oleh target audiens. Perspektif “branding is more than making visuals, branding is about creating meaning and experience” menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan kepada peserta.

Mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai brand activation serta penggunaan kerangka Brand Wheel sebagai alat bantu untuk membangun narasi dan karakter sebuah merek. Pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa proses perancangan identitas visual perlu didukung pemahaman terhadap nilai, karakter dan kebutuhan audiens yang menjadi sasaran komunikasi.

Sementara itu, praktik desain profesional diperkenalkan melalui alur problem → research → insight → concept → design → system → apply. Tahapan tersebut menggambarkan proses desain yang dimulai dari identifikasi persoalan, riset, penggalian wawasan hingga penerapan hasil desain dalam sebuah sistem yang terstruktur.

Dalam sesi tersebut, proses pengelolaan proyek juga menjadi bagian pembelajaran, mulai dari menentukan lingkup pekerjaan, pembagian tugas, proses revisi hingga presentasi akhir. Sejumlah proyek yang dikerjakan Wanara Studio digunakan sebagai contoh penerapan, termasuk identitas visual Kementerian Koperasi dan UKM, kampanye #Kitagaruda PSSI, branding Museum ITB serta aset imersif Paviliun Indonesia pada World Expo Osaka 2025.

Pada materi ilustrasi, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai media dan teknik berkarya, termasuk teknik konvensional menggunakan cat pada kanvas. Setiap medium memiliki karakter dan kemampuan penyampaian pesan yang berbeda. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa fungsi karya menjadi salah satu aspek yang membedakan praktik ilustrasi dalam konteks desain komunikasi visual dengan seni rupa yang memiliki tujuan dan pendekatan berbeda.

Kegiatan Workshop DKV One tidak hanya diarahkan untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga menghasilkan luaran berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan publikasi sebagai bagian dari luaran wajib skema workshop. Hal ini menunjukkan upaya ITEBA untuk mendorong karya mahasiswa agar tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat terdokumentasi, memiliki nilai kekayaan intelektual dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi semakin penting dalam pendidikan desain. Perkembangan teknologi, perubahan perilaku audiens dan kebutuhan industri yang dinamis menuntut calon desainer memiliki kemampuan konseptual sekaligus keterampilan praktis. Karena itu, keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran dapat membantu mahasiswa memperoleh gambaran mengenai standar kerja, alur produksi dan tantangan yang dihadapi dalam proyek profesional.

Melalui Workshop DKV One, Prodi DKV ITEBA terus mendorong integrasi antara pembelajaran, karya mahasiswa dan kebutuhan industri. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional sekaligus membangun ekosistem pendidikan desain komunikasi visual yang adaptif, kreatif dan relevan dengan perkembangan industri kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....