Panitia Catat 1.503 Peserta Hadiri Seminar Migran di Batam

  • 25 Sep 2026 05:41 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Panitia Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 mencatat sebanyak 1.503 peserta mengikuti kegiatan yang digelar di Batam pada Minggu, 20 September 2026.

Ketua Panitia Cosmas Eko Suharyanto mengatakan peserta berasal dari berbagai kelompok yang memiliki keterkaitan dengan isu migrasi dan perlindungan pekerja migran.

Menurut Cosmas, peserta antara lain berasal dari aktivis Migrant Care, organisasi masyarakat sipil, perwakilan paroki, organisasi terkait migran, SMK pelayaran, serta perwakilan gereja-gereja PGI.

Jumlah peserta tersebut menunjukkan isu migrasi dibahas dengan melibatkan kelompok yang tidak hanya berasal dari lembaga pemerintahan. Keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian dari pembahasan mengenai persoalan pekerja migran, pelaut, dan pengungsi.

“Peserta hari ini tercatat dalam registrasi panitia adalah seribu lima ratus tiga peserta,” kata Cosmas dalam laporan panitia.

Ia mengatakan pelaksanaan seminar tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Minggu Migran yang sebelumnya telah digelar pada 2025. Pada pelaksanaan 2026, panitia mendapat mandat untuk mengorganisasi seminar serta rangkaian kegiatan Minggu Migran.

Cosmas menjelaskan agenda tersebut tidak hanya membahas migrasi melalui forum seminar. Rangkaian kegiatan juga mencakup doa bagi para migran, terutama migran pelaut, melalui perayaan ekaristi.

“Pada Minggu Migran kali ini sesuai dengan yang diamanatkan oleh St. Carolus kami dimohon untuk mengorganisir seminar nasional dan misa Minggu Migran,” ujarnya.

Pembahasan seminar kemudian diarahkan pada persoalan migrasi yang dihadapi pekerja maupun kelompok rentan. Sejumlah narasumber membahas aspek perlindungan, perdagangan orang, keberangkatan non-prosedural, serta persoalan yang dihadapi pelaut.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, dan lembaga keagamaan. Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari pembahasan mengenai penanganan persoalan migrasi yang membutuhkan kerja lintas lembaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....