Hari Keselamatan Pasien Sedunia
- 17 Sep 2026 13:19 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Hari Keselamatan Pasien Sedunia juga diperingati setiap 17 September. Hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global dan mendorong berbagai upaya dalam meningkatkan keselamatan pasien di layanan kesehatan.
Peringatan ini mengajak setiap negara untuk menempatkan keselamatan dan kesejahteraan pasien sebagai prioritas, sekaligus berupaya mencegah kesalahan dan praktik yang dapat membahayakan pasien.
Melansir laman National Today, keselamatan pasien menekankan pentingnya mencegah atau mengurangi risiko, kesalahan, dan dampak buruk yang sebenarnya dapat dihindari selama pasien menerima pelayanan kesehatan. Hari Keselamatan Pasien Sedunia merupakan salah satu dari 11 kampanye kesehatan global yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Isu keselamatan pasien semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kompleksitas sistem pelayanan kesehatan dan bertambahnya kasus pasien yang mengalami dampak buruk akibat kesalahan maupun kelalaian. Kasus bahaya yang dialami pasien akibat kesalahan dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu penyebab utama kematian dan dampak kesehatan di berbagai negara.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa negara berpenghasilan rendah hingga menengah mencatat lebih dari 134 juta kasus dampak buruk terhadap pasien setelah menerima pelayanan medis. Kondisi tersebut dikaitkan dengan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahunnya.
Sementara itu, di negara berpenghasilan tinggi, sekitar satu dari 10 pasien mengalami komplikasi setelah menerima pelayanan medis.
Hari Keselamatan Pasien Sedunia ditetapkan pada Mei 2019 setelah Majelis Kesehatan Dunia mengadopsi resolusi mengenai aksi global untuk keselamatan pasien.
Kampanye ini berawal dari serangkaian Global Ministerial Summits on Patient Safety yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2016, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan internasional.
Tenaga kesehatan dapat meningkatkan keselamatan pasien dengan menerapkan berbagai praktik yang aman dalam memberikan pelayanan. Langkah tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memberikan pasien akses terhadap rekam medis dan catatan kesehatannya.
Selain itu, pasien dan keluarga atau pendampingnya juga perlu dilibatkan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan terkait pelayanan kesehatan. Mereka perlu memahami dengan jelas berbagai pilihan yang tersedia, baik dalam proses diagnosis maupun pengobatan, sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keselamatan selama menerima perawatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....