APINDO Sebut Kesepakatan Upah Minimum Batam 2025 Jadi Pengalaman Kolaborasi

  • 17 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - APINDO Kota Batam mencatat proses kesepakatan upah minimum pada 2025 berlangsung tanpa demonstrasi. Ketua APINDO Kota Batam Rafki Rasyid menyebut proses tersebut menjadi salah satu pengalaman kolaborasi antara pengusaha dan serikat pekerja di Batam, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Rafki, pembahasan upah minimum sebelumnya kerap diwarnai aksi demonstrasi. Kondisi itu disebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi investor yang menjalankan kegiatan usaha di Batam.

“Belum pernah Pak Wamen kalau kami setiap tahun itu membicarakan upah minimum itu Pak selalu ada demonstrasi,” kata Rafki.

Ia mengatakan pada 2025 APINDO bersama serikat pekerja berhasil mencapai kesepakatan mengenai upah minimum melalui Dewan Pengupahan. Kesepakatan tersebut disebut menjadi pengalaman pertama yang dicapai tanpa aksi demonstrasi.

Rafki menilai penyelesaian persoalan ketenagakerjaan membutuhkan komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Mekanisme tersebut diperlukan agar kepentingan masing-masing pihak dapat dibahas dalam proses pengambilan keputusan.

Ia juga menyampaikan bahwa APINDO melihat kerja sama dengan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam sebagai bagian dari upaya membangun hubungan industrial. Kolaborasi tersebut mencakup sejumlah persoalan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Menurut Rafki, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan upah. Penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan keterampilan juga menjadi bagian dari agenda yang perlu dikerjakan bersama.

“Ini kita berhasil,” ujar Rafki saat menjelaskan capaian kesepakatan upah minimum tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....