Keselamatan Nelayan Masih Terkendala Minimnya Penerapan K3

  • 16 Sep 2026 04:42 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada aktivitas nelayan pesisir di Batam masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terlihat dari masih minimnya penggunaan perlengkapan keselamatan ketika nelayan melakukan aktivitas melaut.

Dosen Teknik Industri Universitas Putra Batam, Sri Zetli, mengatakan kebiasaan bekerja secara konvensional membuat sebagian nelayan masih mengandalkan pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun. Hal itu disampaikan dalam dialog program Batam Menyapa di Studio PRO 1 RRI Batam, Rabu, 9 September 2026. Kondisi tersebut membuat penerapan prinsip K3 belum sepenuhnya menjadi bagian dari kebiasaan kerja.

“Kalau dari bincang-bincang kita kemarin itu agak minim. Kenapa? Ya, karena pada dasarnya kalau konvensional ini kebanyakan mereka melakukan aktivitas kerja itu sesuai dengan fashion mereka,” ujar Sri.

Salah satu perlengkapan yang masih perlu diperhatikan adalah penggunaan life jacket. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, tim menemukan penggunaan life jacket di kalangan nelayan masih kurang sehingga perlengkapan keselamatan tersebut kemudian diberikan kepada nelayan.

Selain perlengkapan keselamatan, nelayan juga perlu memastikan kondisi kapal sebelum berangkat. Pemeriksaan kelengkapan alat kerja dan peralatan keselamatan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko ketika berada di laut.

Sri juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Informasi cuaca dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan sebelum nelayan menentukan waktu dan kondisi keberangkatan.

“Yang pertama adalah sebelum keberangkatan harus dipastikan dulu kondisi kapal, kelengkapan alat, kelengkapan alat untuk nelayan dan alat safety-nya,” katanya.

Selama ini, sebagian nelayan masih menggunakan pengalaman dalam membaca kondisi laut untuk menentukan apakah aktivitas melaut dapat dilakukan. Pola tersebut terlihat dari kebiasaan memperhatikan langit, arah angin dan kondisi lingkungan berdasarkan pengalaman turun-temurun.

Tim menilai peningkatan kesadaran K3 membutuhkan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Erlin Elisa mengatakan dukungan pemerintah juga diperlukan karena perguruan tinggi memiliki keterbatasan ketika melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan sekitar 15 life jacket kepada nelayan. Tim berharap pemberian perlengkapan sekaligus edukasi mengenai cara kerja yang aman dapat meningkatkan kesadaran bahwa keselamatan harus menjadi bagian dari aktivitas mencari penghasilan di laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....