Wali Kota Batam Minta Inovasi Batam Tak Berhenti di Ajang Penghargaan
- 15 Sep 2026 09:07 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta inovasi yang dihasilkan perangkat daerah, UPTD, sekolah, dan kelurahan tidak berhenti setelah mengikuti Batam Innovation Award 2026, Kamis, 10 September 2026. Menurutnya, ukuran keberhasilan inovasi bukan hanya penghargaan, tetapi sejauh mana gagasan tersebut diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Amsakar dalam Batam Innovation Award 2026 di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis, 10 September 2026. Ia menilai perkembangan teknologi membuat pemerintah perlu mengubah pola kerja agar lebih cepat, sederhana, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Harapan saya apa yang sudah kita temukan inovasi-inovasi yang kita buat tidak berhenti pada tataran acara formal seremonial seperti ini saja tapi yang paling penting dia implementatif dia bisa dilaksanakan,” ujar Amsakar.
Amsakar mengatakan inovasi seharusnya mampu memberikan nilai tambah terhadap pelayanan maupun tata kelola pemerintahan. Karena itu, inovasi yang telah dibuat perlu terus dievaluasi agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Ia mencontohkan digitalisasi layanan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB. Menurutnya, pengembangan layanan elektronik dapat membuat masyarakat menyelesaikan proses pembayaran tanpa harus melalui proses tatap muka yang panjang.
Selain pelayanan publik, Amsakar menyebut pemanfaatan teknologi juga telah diterapkan dalam pemantauan transaksi pajak daerah melalui sistem tapping box. Sistem tersebut memungkinkan transaksi pajak restoran dan hotel dipantau secara real time sehingga pemerintah daerah dapat memperoleh data transaksi secara lebih cepat.
Dalam sektor investasi, pemerintah juga mengembangkan layanan berbasis digital untuk mempermudah proses bagi calon investor. Amsakar menyebut penerapan layanan seperti Online Single Submission dan Indonesia Batam Online Single Submission menjadi bagian dari upaya memberikan nilai tambah dalam pelayanan investasi.
“Kerja-kerja inovasi yang didasarkan pada terobosan-terobosan di inovasi ini bisa membuat kerja kita itu X pangkat tidak terhingga. Bisa membuat lompatan-lompatan yang hebat yang dahsyat,” kata Amsakar.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Batam Efrius menyampaikan Batam Innovation Award 2026 diikuti 108 pengusul dengan 202 inovasi. Ia mengatakan peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan berbagai unsur dalam membangun budaya inovasi di Kota Batam.
Efrius juga menyampaikan BRIDA akan menyusun seluruh inovasi yang terjaring dalam Batam Innovation Award 2026 menjadi buku kumpulan inovasi jilid kedua. Selain itu, BRIDA menyiapkan Batam Policy Lab sebagai inovasi tata kelola nonstruktural yang ditujukan untuk mendukung proses perumusan kebijakan di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
Dengan demikian, pengembangan inovasi di Batam diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan gagasan baru, tetapi juga memastikan gagasan tersebut dapat diterapkan. Keberlanjutan implementasi dan kemampuan inovasi dalam memperbaiki pelayanan menjadi bagian penting agar inovasi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....