Ekonomi Kreatif Dinilai Belum Jadi Identitas Utama Batam

  • 12 Sep 2026 23:36 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Batam memiliki banyak pelaku ekonomi kreatif, namun sektor tersebut dinilai belum menjadi identitas utama kota karena kuatnya karakter Batam sebagai kawasan industri. Gekrafs Kepulauan Riau melihat ekonomi kreatif lebih realistis dikembangkan sebagai sektor pendukung yang berjalan beriringan dengan industri.

Ketua Gekrafs Kepri Stephane Gerald Martogi Siburian mengatakan karakter Batam sebagai kota industri telah terbentuk sejak lama. Hal itu disampaikan dalam dialog program Batam Menyapa di Studio PRO 1 RRI Batam, Selasa, 8 September 2026. Kondisi tersebut membuat perubahan identitas kota menjadi kota ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

“Batam ini seperti ini dari dulu memang dari zaman Pak Habibie sampai sekarang Bang Amsakar menjadi kepala BP sama juga dengan Bu Lis sebagai wakil, kita itu kota industri ya. Blueprintnya dari dulu udah seperti itu,” kata Stephane.

Menurut Stephane, kondisi tersebut bukan berarti Batam tidak memiliki kekuatan di sektor ekonomi kreatif. Justru, Batam memiliki cukup banyak kreator dan tercatat memiliki kekuatan pada subsektor film, animasi, dan videografi.

Ia menyebut terdapat sekitar seribu pelaku yang terdata BPS pada subsektor film, animasi dan videografi di Batam. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kota tanpa harus menggeser karakter Batam sebagai kota industri.

“Menurut saya maybe sepuluh, dua puluh tahun lagi pun Batam akan tetap menjadi kota industri ya. Tidak bisa kita tidak bisa mengubah itu. Pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penopang atau pendukung ya maybe,” ujarnya.

Stephane menilai posisi ekonomi kreatif sebagai pendukung dapat memberikan manfaat langsung terhadap sektor industri. Salah satunya dengan membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja kreatif lokal untuk terlibat dalam kebutuhan perusahaan di Batam.

Ia mencontohkan kebutuhan industri terhadap pembuatan company profile, video perusahaan, dokumentasi hingga pengambilan gambar menggunakan drone yang sebelumnya banyak menggunakan tenaga dari luar Batam. Kini, menurutnya, mulai muncul lebih banyak studio dan kru lokal yang mengisi kebutuhan tersebut.

Gekrafs mendorong agar keterlibatan sumber daya manusia lokal terus diperluas secara bertahap. Dengan demikian, aktivitas industri tidak hanya menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur, tetapi juga ikut menggerakkan pelaku ekonomi kreatif di Batam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....