ITEBA Revitalisasi Kurikulum Sistem Informasi dan Teknik Komputer

  • 11 Sep 2026 08:26 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Institut Teknologi Batam (ITEBA) terus memperkuat kualitas pendidikan dengan memastikan kurikulum yang diterapkan mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Komputer bertema “Revitalisasi Kurikulum Menuju Generasi Digital yang Unggul dan Berdaya Saing” yang digelar.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari perguruan tinggi, yakni Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si. dari Fakultas Informatika Telkom University sekaligus perwakilan pengurus APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia) yang mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom. Narasumber lainnya adalah Dr. Ir. Nurul Hidayat, M.Kom., dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang juga merupakan perwakilan IndoCEISS (Indonesian Computer, Electronics, Information and Software Systems).

FGD dibuka secara resmi Wakil Rektor I ITEBA Assoc. Prof. Dr. Dipl. Ing. Ir. H. Hery Sunarsono, DEA, didampingi Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITEBA Assoc. Prof. Dr. Ir. Ririt Dwiputri Permatasari, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, Ririt menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi akademik, kemampuan teknis, dan keterampilan pendukung. Menurutnya, kurikulum tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus membekali mahasiswa dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan industri.

Diskusi diawali dengan pemaparan kurikulum yang saat ini diterapkan oleh Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Komputer. Pemaparan dari masing-masing kepala program studi tersebut menjadi bahan awal bagi para narasumber dan stakeholder untuk memberikan masukan serta rekomendasi. Dalam pembahasan Program Studi Sistem Informasi, Prof. Adiwijaya menyoroti pentingnya penguatan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi mahasiswa yang dapat dituangkan secara lebih jelas dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Sementara itu, Dr. Nurul Hidayat memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan Program Studi Teknik Komputer, termasuk penguatan PL03 yang berkaitan dengan sikap bertanggung jawab serta soft skill mahasiswa. Hal tersebut dinilai penting karena kesiapan lulusan memasuki dunia profesional tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi dan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, serta memiliki sikap profesional dan bertanggung jawab.

FGD juga melibatkan beragam pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, sektor keuangan, industri, regulator, hingga mitra pendidikan. Sejumlah pihak yang hadir antara lain Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam, BPR Banda Raya, PT PCI Elektronik, OJK Kepri, BPS Kota Batam, Infinite Learning, PT Seatrium, Nongsa Digital Park, serta perwakilan alumni dan mitra industri lainnya. Keterlibatan stakeholder tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan rancangan kurikulum memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Seluruh masukan dari akademisi, stakeholder, mitra industri, dan alumni selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan kurikulum Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Komputer periode 2026–2030. Melalui proses evaluasi dan kolaborasi tersebut, ITEBA berupaya membangun kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memperkuat kompetensi teknis dan nonteknis mahasiswa, serta menjembatani kebutuhan pendidikan tinggi dengan tuntutan dunia kerja sehingga mampu melahirkan generasi digital yang unggul dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....