Direktur Polibatam Minta Mahasiswa Waspadai FOMO Investasi Digital
- 07 Sep 2026 04:13 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO dinilai dapat memengaruhi keputusan investasi generasi muda. Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, mengingatkan mahasiswa agar tidak mengikuti tren investasi tanpa memahami risiko yang menyertainya.
Pesan tersebut disampaikan Bambang dalam kegiatan Digital Financial Literacy IAKD 2026 di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Bambang, mahasiswa merupakan kelompok yang dekat dengan teknologi dan media sosial. Kondisi tersebut membuat mereka mudah memperoleh informasi mengenai berbagai produk keuangan digital.
Namun, informasi yang terus muncul di media sosial tidak selalu menunjukkan bahwa suatu produk sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan seseorang. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan memeriksa informasi sebelum mengambil keputusan.
“Jangan sampai karena FOMO jadinya buat teman,” kata Bambang.
Ia meminta mahasiswa mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan digital. Legalitas penyelenggara dan pihak yang melakukan pengawasan juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.
“Sebelum menggunakan sebuah produk keuangan digital, biasakan bertanya kira-kira ini manfaatnya apa, risikonya apa, siapa yang ngawasin,” ujarnya.
Bambang juga menilai algoritma media sosial dapat membuat seseorang terus menerima informasi mengenai topik yang sama. Kondisi tersebut berpotensi membuat pengguna menganggap informasi yang berulang sebagai sesuatu yang pasti benar.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting dalam menghadapi perkembangan teknologi keuangan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu memeriksa dan membandingkan informasi sebelum mengambil keputusan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....